JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Program Serap Gabah Petani (Sergap) mulai dijalankan di Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep. Program yang melibatkan Perum Bulog bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan Brigade Pangan ini menjadi langkah konkret menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pada pelaksanaan perdana di wilayah tersebut, ratusan karung gabah hasil panen petani dari sejumlah kelompok tani berhasil diserap. Gabah yang telah dikemas kemudian diangkut menggunakan truk untuk selanjutnya disimpan sebagai bagian dari cadangan beras pemerintah.
Kegiatan serapan dipusatkan di Kelompok Tani Astani 1, Desa Sentol Daya, Kecamatan Pragaan. Dari lokasi ini, gabah petani yang berhasil diserap mencapai 5.324 kilogram dengan harga pembelian Rp6.500 per kilogram.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Koordinator Penyuluh (Korluh) BPP Pragaan, Kurniawan Adi Warsa, SP, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memberikan kepastian pasar bagi petani saat musim panen berlangsung.
“Alhamdulillah apa yang kita upayakan agar petani tetap bisa untung dengan langsung menjual gabahnya mendapat respons dari beberapa kelompok tani. Hal ini dibuktikan hari ini kita melakukan serapan gabah bersama Bulog di Kelompok Tani Astani 1 Desa Sentol Daya dengan total gabah yang masuk sebanyak 5.324 kilogram dengan harga Rp6.500 per kilogram,” kata Kurniawan, Jum’at (14/03/2026).
Ia menjelaskan, pada musim tanam pertama tahun ini pihak BPP Pragaan juga melakukan sosialisasi kepada kelompok tani terkait keuntungan menjual gabah langsung saat panen dibandingkan menjual beras setelah proses penggilingan.
Menurutnya, pendekatan tersebut memang membutuhkan waktu karena sebagian petani masih terbiasa menjual dalam bentuk beras. Namun, perlahan mulai muncul respons positif dari petani di wilayah Pragaan.
“Program serap gabah ini sangat membantu petani karena hasil panen mereka langsung terserap dengan harga yang layak. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menjaga ketersediaan stok beras nasional dalam rangka mendukung swasembada pangan,” jelasnya.
Melalui program Sergap ini, pemerintah berharap harga gabah tetap stabil di tingkat petani, sementara cadangan beras nasional tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Program tersebut juga membawa pesan yang kuat bagi petani dan pemerintah, yakni “Petani Untung, Stok Beras Nasional Aman.” (REDJAVA****)








