JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana Kabupaten Sumenep mendadak ramai dengan berbagai laporan darurat. Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, Tim Damkar Satpol PP Sumenep harus bergerak tiga kali ke lokasi berbeda. Tidak tanggung-tanggung, ancaman yang dihadapi pun beragam: ular liar di permukiman, tumpahan solar di jalan raya, hingga serangan tawon vespa di sekolah.
Kejadian pertama berlangsung Minggu (14/9/2025) dini hari. Saat sebagian besar warga masih terlelap, seorang ibu rumah tangga bernama Anis terbangun karena mendengar suara gaduh di halaman rumahnya di Jalan KH. Sajad Timur, Bangselok. Betapa kagetnya ia ketika mendapati seekor ular berukuran cukup besar tengah melata di dekat pintu masuk rumah.
Dengan perasaan panik, Ibu Anis langsung menghubungi layanan SiLaPor 112. Tak lama berselang, tim Damkar datang dengan perlengkapan lengkap. Proses evakuasi berlangsung menegangkan. Beberapa warga sempat berkerumun, sebagian bahkan memilih menjauh karena takut ular itu tiba-tiba menyerang. Setelah beberapa menit, petugas berhasil mengamankan ular tersebut. Situasi pun kembali tenang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Belum usai kejadian itu, Senin (15/9/2025) pagi sekitar pukul 07.28 WIB, laporan baru masuk. Kali ini datang dari Desa Pabian. Jalan di depan rumah dinas Polres Sumenep mendadak licin akibat tumpahan solar. Kondisi itu membuat seorang pengendara motor terjatuh. Warga sekitar langsung panik, khawatir korban bertambah jika jalan tidak segera ditangani.
Tim Damkar Satpol PP Sumenep kembali bergerak. Dengan mobil tangki dan alat semprot, petugas melakukan pembersihan di lokasi. Jalan yang tadinya licin dan membahayakan akhirnya kembali aman dilalui.
“Kalau tidak cepat ditangani, bisa-bisa banyak pengendara celaka,” ujar seorang saksi mata di lokasi.
Belum sempat lega, sorenya sekitar pukul 15.05 WIB, giliran SMKN 1 Kalianget yang heboh. Guru dan siswa yang tengah beraktivitas dikejutkan dengan keberadaan sarang tawon vespa di area sekolah, tepatnya di sekitar lorong gedung. Serangga beracun yang dikenal ganas ini membuat suasana sekolah mencekam. Sebagian siswa berhamburan keluar kelas, sementara guru berusaha menenangkan murid agar tidak mendekati sarang.

Laporan masuk melalui SiLaPor 112 dari seorang warga bernama Sunarto. Tanpa menunda waktu, tim Damkar dikerahkan. Dengan peralatan khusus, petugas bergerak hati-hati agar tidak memicu tawon menyerang.
“Lokasinya sekolah, risikonya besar sekali kalau tawon itu sampai menyengat siswa atau guru,” kata Kabid Damkar Satpol PP Sumenep, Sugiyanto kepada media ini, Senin (15/09/2025) malam.
Menurut Sugiyanto, tiga kejadian beruntun ini menunjukkan betapa beragamnya ancaman keselamatan publik yang ditangani Damkar.
“Dalam waktu sehari saja, kami menghadapi ular, tumpahan solar, dan tawon vespa. Semua berbeda karakternya, tapi intinya sama: berbahaya bagi masyarakat. Karena itu, setiap laporan yang masuk harus langsung kami respons,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil risiko dengan menanganinya sendiri.
“Kalau ada ular, tawon, atau bahan berbahaya seperti solar tumpah, jangan coba-coba bertindak tanpa alat. Segera laporkan melalui 112. Kami siap 24 jam melayani,” tambahnya.
Ketiga kejadian ini pun menjadi bukti nyata, Damkar Satpol PP Sumenep bukan hanya bertugas memadamkan kebakaran. Mereka juga berdiri di garis depan menghadapi segala bentuk kondisi darurat yang mengancam keselamatan warga. Dari tengah malam hingga sore hari, tanpa lelah, tim ini terus sigap menjaga keamanan masyarakat. (REDJAVA****)










