JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana di sekitar Jalan Urip Sumoharjo, Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep, terasa begitu hangat. Di tengah aktivitas warga yang lalu lalang, sekelompok relawan terlihat membagikan 70 bungkus nasi kepada pengendara dan masyarakat yang melintas, Jum’at (19/09/2025)
Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan sosial Nasi Bungturat (Nasi Bungkus Jumat Berkah), sebuah aksi kemanusiaan yang digagas oleh Akhmad Sahruddin, SH, sosok yang tak hanya dikenal sebagai penggiat sosial, tetapi juga anggota Polres Sumenep yang bertugas di Unit Intelkam.“Nasi Bungturat ini bukan sekadar berbagi makanan, tetapi berbagi kepedulian. Bagi sebagian orang, sebungkus nasi mungkin sederhana, namun bagi penerimanya bisa menjadi penguat semangat dan pengingat bahwa masih ada sesama yang peduli,” ujar Sahruddin di sela kegiatan.
Menurutnya, kegiatan ini lahir dari kepedulian kolektif. Semua nasi bungkus dibiayai dari donasi sukarela masyarakat yang ingin menyisihkan rezekinya.“Tidak ada batasan siapa yang boleh membantu dan siapa yang boleh menerima. Prinsipnya, ini gerakan dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat,” tambahnya.
Setiap Jumat pagi, Nasi Bungturat kini menjadi pemandangan rutin di Sumenep, khususnya di Desa Pabian. Para penerima yang mayoritas pengendara, tukang becak, pedagang kecil, hingga warga sekitar, menyambut dengan senyum penuh syukur.
Gerakan ini bukan hanya sekadar memberi makan, tetapi juga mempererat ikatan sosial. “Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi inspirasi, bahwa berbagi itu tidak harus menunggu kaya. Yang terpenting adalah ketulusan dan kepedulian,” pungkas Sahruddin.
Sebanyak 70 bungkus nasi yang dibagikan di Jumat pagi itu menjadi bukti nyata, bahwa langkah kecil bisa memberi dampak besar. Dari Jalan Urip Sumoharjo, semangat solidaritas ini diharapkan menjalar ke seluruh pelosok Sumenep, bahkan Madura. (REDJAVA****)












