Hadirnya Orang Ketiga, Kembali Terjadi Aksi Bongkar Rumah di Ponorogo

Rabu, 16 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah di Desa Karanglo Lor, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo dibongkar gegara orang ketiga. (foto: Ist. By klikjatim.com)

Rumah di Desa Karanglo Lor, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo dibongkar gegara orang ketiga. (foto: Ist. By klikjatim.com)

Javanetwork.co.id, Ponorogo – Aksi pembongkaran rumah karena adanya orang ketiga di dalam rumah tangga yang kembali lagi terjadi di Ponorogo. Kali ini rumah yang dirobohkan terletak di Desa Karanglo Lor, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, (16/2).

Rumah tersebut diketahui milik Nur Rohani dan Sunarti.

Pantauan di lokasi, pembongkaran rumah dengan panjang 12 meter x 6 meter tersebut dilakukan secara manual. Ada sekitar 7 pekerja yang mulai pembongkaran.

Baca Juga :  Percasi Sumenep Genjot Latihan Intensif, Bidik Prestasi Gemilang di Kejurprov Catur Jawa Timur 2026

Di antara para pekerja ini ada yang menurunkan genteng, melepas kusen kayu seperti pintu maupun jendela. Juga ada pula yang menghancurkan tembok secara manual dengan menggunakan palu besar.

“Anak saya ditalak sama suaminya. Sekarang merantau di Taiwan. Jadi dibongkar saja,” ujar Ayah Sunarti, Sukadi (53), Rabu (16/2/2022).

Baca Juga :  IWO Sumenep Kobarkan Api Nasionalisme Lewat Gelar Pidato dan Puisi Ala Bung Karno

Dugaanya, kata dia, sang suami telah berselingkuh. Karena merasa kecewa dan dikhianati, maka Sunarti pun meminta rumah yang baru dibangun setahun lalu tersebut agar dibongkar.

“Anak saya yang minta dibongkar. Kelihatannya, dia (Nur Rohani) punya lagi. Ya bongkar saja,” kata Sukadi kepada wartawan di lokasi.

Baca Juga :  Bertemu PM Malaysia, Presiden Jokowi Tekankan Optimalisasi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

Sukadi menambahkan, usai dibongkar seluruh material bangunan akan dibawa ke rumahnya di Desa Plosojenar, Kecamatan Sumoroto. Pun dengan tanah urug bekas bongkaran juga akan dibawa ke tanah kelahiran Sunarti tersebut.

“Digunakan apa gitu nanti. Saya bawa aja pokoknya ke tanah kelahiran,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

BMKG: Mayoritas Jawa Timur Cerah, Sumenep Jadi Wilayah yang Perlu Waspadai Angin Kencang
Sinergi Seluruh Unsur, Kemenag Sumenep Ukir Prestasi Gerakan Rashdul Kiblat Tingkat Jatim
Resmi Naik Kelas, Polresta Sumenep Jadi Kekuatan Baru Jaga Kamtibmas di Ujung Timur Madura
Arta’ Potre’ Kone’ng, Kacang Hijau Kuning Asli Sumenep Menuju Pengakuan Nasional
Pemkab Sumenep Sambut Tim RS Kapal Ksatria Airlangga, Siap Dukung Riset hingga Pengembangan Wellness Medicine
Lewat Program KBSB TNI, Warga Desa Mandala Sumenep Miliki Akses Aman Jembatan Beton
Pemkab Sumenep Jadikan Harkopnas 2026 Momentum Perkuat Koperasi dan Dukung Asta Cita Presiden
Rakercab IPNU-IPPNU Sumenep Jadi Titik Balik Kaderisasi Pelajar NU, Tiga Pilar Pendidikan Serukan Kolaborasi

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:19 WIB

BMKG: Mayoritas Jawa Timur Cerah, Sumenep Jadi Wilayah yang Perlu Waspadai Angin Kencang

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:21 WIB

Sinergi Seluruh Unsur, Kemenag Sumenep Ukir Prestasi Gerakan Rashdul Kiblat Tingkat Jatim

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:18 WIB

Resmi Naik Kelas, Polresta Sumenep Jadi Kekuatan Baru Jaga Kamtibmas di Ujung Timur Madura

Selasa, 14 Juli 2026 - 23:59 WIB

Arta’ Potre’ Kone’ng, Kacang Hijau Kuning Asli Sumenep Menuju Pengakuan Nasional

Selasa, 14 Juli 2026 - 22:42 WIB

Pemkab Sumenep Sambut Tim RS Kapal Ksatria Airlangga, Siap Dukung Riset hingga Pengembangan Wellness Medicine

Berita Terbaru