JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Madrasah Aliyah (MA) Nurul Islam Karangcempaka Bluto menggelar Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKM) di Aula Guru madrasah setempat, Senin (14/10/2024).
Kegiatan ini dihadiri oleh dua Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat MA Kecamatan Bluto Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep Firdaus dan M. Nurul Hajar serta sejumlah guru MA. Nurul Islam Karangcempaka Bluto.
Kepala MA. Nurul Islam Karangcempaka Bluto Mathlub Anshori mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan masyarakat terhadap madrasah yang dipimpinnya.
“Salah satu indikatornya adalah jumlah murid baru atau yang masuk tahun ajaran 2023/2024 lebih banyak dari murid yang telah lulus tahun sebelumnya,” ujar pria yang akrab dipanggil Mathlub ini dalam sambutannya di hadapan dewan guru MA. Nurul Islam, Senin (14/10/2024).
Sebagai bentuk kepercayaan dan amanah yang yang diberikan oleh masyarakat, lanjut Mathlub, pelayanan dan keaktifan guru sangat dibutuhkan untuk mengembangkan keilmuan dan minat murid.
“Meskipun murid bisa mengakses ilmu dari berbagai sumber, hingga saat ini kehadiran guru tidak bisa tergantikan oleh kecanggihan teknologi,” imbuhnya.
Oleh karena itu, terang Mathlub, semua guru dituntut untuk kreatif dan inovatif.
“Silakan guru membuat modul ajar yang sesuai dengan kebutuhan murid tanpa ketergantungan penuh terhadap sebuah penerbit buku,” bebernya.
Pada kesempatan yang sama, tim penilai satu Pengawas PAI Kemenag Sumenep Firdaus berharap kepada Kepala dan jajaran guru MA. Nurul Islam agar memanfaatkan fasilitas atau sarana yang sudah tersedia.
“Ruangan sudah ber-AC, perpustakaan sudah ada, tinggal bagaimana kita memanfaatkan dengan baik,” ungkapnya.
Terkait perpustakaan, tutur Firdaus, keberadaan buku manual tetap sangat penting, dan memotivasi murid untuk gemar membaca harus selalu dikampanyekan serta disertai dengan teladan.
“Tidak ada ceritanya ulama atau seorang ilmuwan yang tidak rajin membaca,” paparnya.
Sementara itu, tim penilai dua Pengawas PAI Kemenag Sumenep M. Nurul Hajar meminta kepada Kepala MA. Nurul Islam Karangcempaka untuk memberikan ruang refleksi kepada guru.
“Minimal tercermin dalam perencanaan, implementasi dan evaluasi,” ungkapnya.
Selain itu, tutur Hajar, tujuan pembelajaran sesuai kurikulum yang ada.
“Juga sesuai dengan langkah mengajar,” pungkasnya. (REDJAVA****)












