Guru SMAN 1 Gayam Raih Juara 1 Lomba Esai Hardiknas 2026, Angkat Gagasan Partisipasi Semesta untuk Pendidikan Bermutu

- Redaksi

Senin, 11 Mei 2026 - 19:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Guru SMAN 1 Gayam Nawir, S.Pd Saat Menerima Penghargaan dari Kepala Cabdin Sumenep, Rusly S.Pd, M.Pd

Guru SMAN 1 Gayam Nawir, S.Pd Saat Menerima Penghargaan dari Kepala Cabdin Sumenep, Rusly S.Pd, M.Pd

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Semangat membangun pendidikan yang inklusif dan berkualitas menggema kuat dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Sumenep.

Di tengah kompetisi intelektual yang diikuti puluhan peserta dari berbagai SMA dan SMK negeri maupun swasta, nama Nawir, S.Pd, guru dari SMAN 1 Gayam, tampil sebagai juara pertama lomba menulis esai tingkat Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Sumenep.

Kompetisi yang diikuti 91 peserta itu mengangkat tema besar “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Tema tersebut menjadi panggung lahirnya berbagai gagasan progresif tentang masa depan pendidikan Indonesia, mulai dari pemerataan akses hingga kolaborasi lintas elemen masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tangan Nawir, S.Pd, tema itu menjelma menjadi sebuah gagasan kuat yang tidak hanya menyentuh aspek akademik, tetapi juga menyuarakan pentingnya keterlibatan sosial dalam membangun pendidikan yang hidup, adaptif, dan berkelanjutan.

“Pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah atau pemerintah semata. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” kata Nawir, S.Pd usai diumumkan sebagai juara pertama kepada media ini, Senin (11/05/2026).

Dalam esainya, Nawir, S.Pd menekankan bahwa lingkungan sekitar sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, mentalitas, hingga kualitas generasi muda. Ia mengusung konsep “kelas raya”, yakni model pembelajaran yang menjadikan masyarakat sebagai bagian dari ruang belajar siswa.

Baca Juga :  Raker 2025: AJS Kukuhkan Peran Sebagai Mitra Kritis Pembangunan Madura

Menurutnya, pendidikan harus keluar dari sekat formal ruang kelas dan hadir lebih dekat dengan realitas kehidupan sosial.

“Anak-anak harus belajar dari kehidupan nyata. Lingkungan sekitar dapat menjadi sumber pembelajaran yang luar biasa jika dikelola dengan baik,” ujarnya.

Tak hanya itu, Nawir, S.Pd juga menggagas program “guru angkat” yang melibatkan tokoh masyarakat, praktisi, hingga para profesional untuk ikut mendampingi siswa sesuai bidang keahlian masing-masing. Gagasan tersebut dinilai sebagai langkah konkret membangun ekosistem pendidikan berbasis kolaborasi.

Baca Juga :  Karo Penmas Divhumas Mabes Polri Ungkap Penyebab Luka Sayatan di Jasad Brigadir J

Selain konsep sosial pendidikan, esai itu juga mendorong lahirnya budaya proyek mandiri bagi siswa. Setiap peserta didik didorong memiliki karya atau program nyata yang berdampak langsung terhadap lingkungan sekitar.

“Pendidikan tidak boleh berhenti pada teori. Siswa harus didorong menciptakan karya, solusi, dan kontribusi nyata untuk masyarakat,” tegas Nawir, S.Pd.

Keberhasilan Nawir, S.Pd meraih juara pertama menjadi bukti bahwa guru bukan hanya pengajar di ruang kelas, tetapi juga agen perubahan yang mampu melahirkan gagasan besar untuk masa depan pendidikan Indonesia.

Baca Juga :  Warga Batang-Batang Sumenep Digegerkan Penemuan Sumur Berisi Minyak Gas

Ajang lomba esai Hardiknas 2026 ini sekaligus menjadi ruang lahirnya pemikiran-pemikiran segar dari dunia pendidikan Sumenep yang dinilai mampu menjawab tantangan zaman, terutama dalam mewujudkan pendidikan yang merata, inklusif, dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Semoga gagasan yang saya tulis dapat menjadi inspirasi bersama untuk membangun pendidikan yang lebih baik di masa mendatang,” pungkasnya.

Dengan kemenangan tersebut, nama SMAN 1 Gayam turut mencuri perhatian dalam ajang intelektual tingkat daerah. Di tengah arus perubahan zaman dan tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks, prestasi ini menjadi sinyal bahwa inovasi dan semangat perubahan terus tumbuh dari para pendidik di daerah. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Warga Perum Griya Mapan Sumenep Gelar Tasyakuran HUT RI, Kebersamaan Jadi Semangat Kemerdekaan
Pesan Camat Gapura di HUT ke-81 RI: Rawat Persatuan, Perkuat Gotong Royong
Bapemperda DPRD Sumenep Pacu 31 Raperda, 10 Masuk Tahap Fasilitasi
HUT ke-81 RI, Ainur Rahman: Perbakin Harus Ikut Wujudkan Indonesia Adil dan Makmur
Wabup Sumenep Hadiri Maulid Nabi dan Haul Khatib Paranggan, Ajak Masyarakat Rawat Ketakwaan
Pengajian Maulid Nabi di Raas Dipadati Warga, Jadi Momentum Kebersamaan dan Penutupan KKN
Polsek Pasongsongan Bongkar Dugaan Penyalahgunaan Sabu, Operasi Tumpas Semeru 2026 Berbuah Penindakan
HUT RI ke-81, Warga BTN Sumenep Kobarkan Api Persaudaraan Lewat Pawai dan Gotong Royong

BERITA TERKAIT

Minggu, 16 Agustus 2026 - 22:22 WIB

Warga Perum Griya Mapan Sumenep Gelar Tasyakuran HUT RI, Kebersamaan Jadi Semangat Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:23 WIB

Pesan Camat Gapura di HUT ke-81 RI: Rawat Persatuan, Perkuat Gotong Royong

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:50 WIB

Bapemperda DPRD Sumenep Pacu 31 Raperda, 10 Masuk Tahap Fasilitasi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 18:24 WIB

HUT ke-81 RI, Ainur Rahman: Perbakin Harus Ikut Wujudkan Indonesia Adil dan Makmur

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Wabup Sumenep Hadiri Maulid Nabi dan Haul Khatib Paranggan, Ajak Masyarakat Rawat Ketakwaan

BERITA TERBARU