JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Harapan masyarakat pelosok untuk menikmati akses transportasi yang lebih layak mulai terwujud. Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep resmi dimulai melalui prosesi groundbreaking yang dipimpin langsung Komandan Kodim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, Sabtu (6/6/2026).
Pembangunan jembatan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan yang diharapkan mampu membuka akses wilayah, memperlancar mobilitas warga, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah yang selama ini masih mengalami keterbatasan sarana penghubung.
Kegiatan groundbreaking diawali dengan doa bersama dan dihadiri Pgs. Pasiter Kodim 0827/Sumenep Kapten Inf Agung Muhaimin, jajaran Babinsa Koramil 0827/13 Rubaru, Pemerintah Desa Matanair, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan itu, Dandim Sumenep menegaskan bahwa pembangunan jembatan bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik, melainkan membuka peluang baru bagi masyarakat untuk berkembang.
“Jembatan ini bukan hanya menghubungkan dua wilayah yang terpisah. Lebih dari itu, jembatan ini akan membuka akses ekonomi, mempermudah aktivitas pendidikan, mempercepat pelayanan sosial, dan memperkuat konektivitas masyarakat desa,” kata Dandim Letkol Inf Citra Persada.
Menurutnya, keberadaan infrastruktur yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan dan daerah terpencil.
Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Matanair merupakan salah satu dari empat titik proyek yang secara bersamaan memasuki tahap groundbreaking di Kabupaten Sumenep.
Tiga lokasi lainnya berada di Desa Pragaan Laok Kecamatan Pragaan, Desa Kertasada Kecamatan Kalianget, dan Desa Babbalan Kecamatan Batuan.
Sementara itu, proyek Jembatan Perintis Garuda yang berlokasi di Desa Ambunten Tengah, Kecamatan Ambunten, telah lebih dahulu memasuki tahap pengerjaan.
Program pembangunan tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam memperkuat infrastruktur dasar masyarakat sebagai fondasi peningkatan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Dandim menilai, selama ini banyak masyarakat di wilayah pedesaan yang membutuhkan akses lebih aman dan lebih cepat untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Karena itu, pembangunan jembatan menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.
“Masyarakat di daerah terpencil sangat membutuhkan infrastruktur seperti ini. Kami berharap pembangunan berjalan lancar sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan warga. Ketika akses terbuka, roda ekonomi bergerak lebih cepat dan kualitas hidup masyarakat juga akan meningkat,” tegasnya.
Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih akan dilaksanakan dengan pola padat karya yang melibatkan personel TNI bersama masyarakat melalui semangat gotong royong. Keterlibatan warga tidak hanya bertujuan mempercepat proses pembangunan, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas yang nantinya akan digunakan bersama.
Kodim 0827/Sumenep menargetkan pembangunan jembatan tersebut dapat diselesaikan pada Juli 2026. Selama proses pengerjaan, aspek keselamatan kerja dan kualitas konstruksi menjadi prioritas utama agar jembatan yang dibangun memiliki daya tahan kuat dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Keberadaan Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Matanair diharapkan menjadi solusi atas kendala akses yang selama ini dihadapi masyarakat. Dengan konektivitas yang semakin baik, aktivitas ekonomi, pendidikan, layanan sosial, hingga distribusi hasil pertanian dan usaha masyarakat diyakini akan berjalan lebih efektif.
Pembangunan ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen pemerintah bersama TNI dalam menghadirkan pembangunan yang merata hingga ke pelosok Kabupaten Sumenep, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat desa. (REDJAVA****)








