JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sumenep menggelar kegiatan bertajuk “Gerakan Kepemimpinan Perempuan di Sumenep dari Masa ke Masa” yang berlangsung di Ruang Aula Kantor TP PKK Kabupaten Sumenep, Rabu (29/10/2025).
Acara ini menghadirkan Ketua DPD PPUMI ( Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia) Jawa Timur, Nyai Hj. Dewi Khalifah, S.H., M.M.Pd.I., sebagai narasumber utama.
Dalam paparannya, ia membangkitkan semangat dan kesadaran akan peran penting perempuan dalam sejarah dan masa depan kepemimpinan di Kabupaten Sumenep.
Di hadapan peserta yang terdiri dari anggota GOW dan aktivis perempuan, Nyai Dewi Khalifah menegaskan bahwa sejarah Sumenep mencatat peran besar perempuan sejak masa kerajaan.

“Sejak abad ke-18, perempuan Sumenep sudah berperan aktif dalam kepemimpinan. Sosok Raden Ayu Tirtonegoro menjadi bukti bahwa perempuan mampu menata pemerintahan dengan kebijaksanaan dan keberanian,” kata Nyai Dewi Khalifah dalam pemaparannya.
Pihaknya menambahkan bahwa nilai-nilai kepemimpinan perempuan tidak terlepas dari akar budaya dan spiritual masyarakat Sumenep yang menghormati peran ibu dan perempuan dalam kehidupan sosial.
Lebih lanjut, Nyai Dewi menyoroti perjalanan panjang munculnya politisi perempuan Sumenep sejak dekade 1970-an hingga 2000-an, seperti Ny. Anisah (PPP), Ny. Endang Shaleh (Golkar), Ny. Honnaniyah (PKB), Ny. Zulfah (Gerindra), Ny. Ita (PAN), dirinya sendiri dari PKB, serta Ny. Nia Kurnia (PDIP).
“Kehadiran perempuan dalam politik bukan hanya untuk mengisi kuota. Mereka membawa nurani, empati, dan semangat perubahan agar kebijakan lebih menyentuh kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, politik yang diwarnai oleh sentuhan perempuan akan lebih berpihak pada pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan keluarga.
Dalam sesi motivasi, Nyai Dewi menjelaskan bahwa perempuan memiliki karakter khas yang menjadi kekuatan moral dalam memimpin.
“Perempuan itu sabar, telaten, disiplin, jujur, dan teliti. Ia memimpin dengan hati, bukan dengan emosi. Dari rumah tangga, lahir kebijaksanaan untuk menata kehidupan masyarakat,” ungkapnya penuh keyakinan.
Mantan Wabup Sumenep itu menilai karakter tersebut menjadi fondasi kuat bagi perempuan Sumenep untuk terus berperan di bidang sosial, pendidikan, dan pemerintahan.
Dalam kesempatan yang sama, Nyai Dewi juga menyerukan agar GOW menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kebijakan publik yang berperspektif gender.

“Kita perlu memastikan anggaran yang berpihak pada perempuan, seperti peningkatan pendidikan, kesehatan ibu dan anak, serta pemberdayaan ekonomi perempuan. Ini bukan sekadar program, tetapi perjuangan untuk masa depan keluarga,” tutupnya.
Ia berharap GOW dapat terus memperkuat sinergi lintas organisasi perempuan di Sumenep agar lebih berperan aktif dalam pembangunan daerah.
Kegiatan GOW Sumenep ini menjadi ruang inspirasi yang mempertemukan berbagai elemen perempuan dari berbagai latar belakang.
Forum tersebut menjadi simbol kebangkitan semangat kepemimpinan perempuan Sumenep dari masa ke masa, dari keraton hingga kursi publik. (REDJAVA****)










