JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kontingen Kabupaten Sumenep menutup keikutsertaannya di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX tahun 2025 dengan hasil yang tergolong positif. Berdasarkan klasemen akhir, Sumenep menempati posisi ke-31 secara keseluruhan, dengan perolehan 6 medali emas, 10 perak, dan 15 perunggu.
Capaian ini menjadi bukti nyata semangat juang para atlet muda dari ujung timur Pulau Madura dalam mengharumkan nama daerah di pentas olahraga tingkat provinsi.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, H. Moh. Iksan, S.Pd., M.T., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras seluruh atlet dan ofisial yang telah berjuang maksimal di lapangan.
“Alhamdulillah, capaian kontingen Sumenep di ajang Porprov IX Jatim ini patut kita apresiasi bersama. Raihan medali ini benar-benar hasil dari keringat mereka. Semuanya murni dari usaha dan perjuangan di arena kompetisi,” ujar Iksan kepada media ini, Kamis (10/07/2025).
Meski belum mencapai target maksimal, Iksan menilai pencapaian ini tetap patut disyukuri. Apalagi, dibandingkan dengan Porprov sebelumnya, terdapat peningkatan yang menunjukkan tren positif dari sisi kualitas dan daya saing atlet.
“Kita awalnya menginginkan yang terbaik, dan ini sudah terbaik menurut kami. Saya hadir langsung menyaksikan beberapa cabang olahraga bertanding, dan saya lihat sendiri bagaimana semangat dan kerja keras mereka. Sudah bagus,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Iksan menjelaskan bahwa pelaksanaan teknis kontingen sepenuhnya berada di bawah koordinasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumenep. Namun demikian, Disbudporapar akan segera melakukan evaluasi menyeluruh bersama KONI guna mengidentifikasi berbagai kendala yang masih dihadapi.
“Kita akan evaluasi bersama KONI untuk menemukan permasalahannya, agar di Porprov mendatang prestasi kita bisa lebih meningkat lagi,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan yang diraih saat ini harus menjadi pelecut semangat untuk menata langkah yang lebih baik ke depan. Menurutnya, peningkatan prestasi harus ditopang oleh pembinaan yang matang, fasilitas latihan yang memadai, serta dukungan anggaran yang berkelanjutan.
“Ke depan, prestasi ini harus terus ditingkatkan. Persiapan perlu dilakukan secara lebih terstruktur, mulai dari pembinaan atlet usia dini, peningkatan kualitas pelatih, hingga pelaksanaan event lokal sebagai ajang penjaringan bakat,” jelasnya.
Tak hanya itu, ia juga menekankan bahwa Porprov bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi momentum strategis untuk membangun karakter, sportivitas, serta semangat juang di kalangan generasi muda.
“Porprov adalah barometer pembinaan olahraga daerah. Karenanya, kami akan melakukan evaluasi menyeluruh pasca gelaran ini demi memperbaiki hal-hal yang dirasa masih kurang, sekaligus mempersiapkan atlet unggulan yang bisa bersaing di level yang lebih tinggi,” tuturnya.
Dinas yang ia pimpin, lanjutnya, akan menjalin sinergi erat dengan KONI dan semua pemangku kepentingan olahraga di Sumenep, guna menciptakan ekosistem olahraga yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
“Sumenep punya potensi besar di bidang olahraga. Tinggal bagaimana semua pihak pemerintah, swasta, masyarakat, dan media bisa bersinergi dalam membangun sistem pembinaan yang berkesinambungan,” pungkas H. Moh. Iksan.
Dengan semangat pembenahan dan kerja kolektif, Kabupaten Sumenep menatap masa depan olahraga daerah dengan optimisme. Targetnya, bukan hanya meraih medali, tetapi juga mencetak generasi atlet yang tangguh, berkarakter, dan mampu membawa nama Sumenep bersinar di kancah provinsi bahkan nasional. (REDJAVA****)










