JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Gerakan cepat (Gercep) Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur dalam mengendalikan kericuhan antara group musik Tong-Tong Gong Mania (Guluk-Guluk) dan group musik Tong-Tong Angin Ribut (Pasongsongan) dipimpin Wakapolres Sumenep, Kompol Arif Mahari, SIP, SIK, MSi.
Tawurab kerusuhan tersebut terjadi pada saat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menggelar Festival Dewi Cemara (Desa Wisata Cerdas Mandiri dan Sejahtera) di sisi timur Taman Adipura Sumenep, Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Jum’at (03/11/2023) malam.
Menurut rilis keterangan rilis Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, SH mengatakan kejadian bermula pada hari Jumat, 03 Oktober 2023, sekira pukul 19.00 WIB dimulai acara Festival Dewi Cemara 2023 (Desa Wisata Cerdas Mandiri dan Sejahtera) disisi timur di sepanjang Jalan Dr. Wahidin Pajagalan.
Selain itu kata mantan Kapolsek kota itu memaparkan kegiatan ini juga diisi dengan penampilan dua group musik Tong-Tong, musik Tong-Tong Gong Mania dari Kecamatan Guluk-Guluk dan Angin Ribut dari Kecamatan Pasongsongan yang sama-sama juara.
“Usai memainkan alat musik Tong-Tong secara bergantian sekitar pukul 22.00 WIB, acara itu dinyatakan selesai dan ditutup yang dilanjutkan dengan pagelaran topeng. Namun group musik Tong-Tong Gong Mania tidak berhenti memainkan alat musiknya,” kata Kapolres Sumenep, AKBP Edo Satya Kentriko, SH, SIK, MH, Sabtu (04/11/2023).
“Diduga hal itulah yang menjadi pemicu terjadinya persilihan yang menyebabkan terjadi tawuran dengan saling melempar batu antar kelompok,” imbuhnya.
Orang nomer satu di jajaran Korps Bhayangkara Sumenep itu menyampaikan terkait tawuran kedua group musik Tong-Tong tersebut, Polres Sumenep telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi Moh. Iksan SPd, MT, Ayos Arif, EO Gong Mania Subhan dan Yusman Hadi EO Angin Ribut. (REDJAVA****)











