JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Usai Dilantik Awal Desember Lalu, Kepala Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Periode 2022-2027 Gerak cepat ke berbagai Kecamatan dalam rangka melihat situasi dan kondisi masyarakat sumenep pasca covid-19.
Pantauan Media ini, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sumenep kembali menyalurkan bantuan bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada warga kecamatan manding yang membutuhkan, selanjutnya dibatang-batang dan kecamatan lain yang sudah ada didata base.
Terbaru, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Bersama Bupati Kabupaten Sumenep menyerahkan bantuan renovasi rumah kepada Ibu Saimah warga Desa Giring, Kecamatan Manding, Sumenep, Madura Jawa Timur, Rabu (21/12/2022) kemarin.
Pada kesempatan tersebut, Moh Sukri Pimpinan Baznas Sumenep memberikan bantuan bedah rumah secara langsung kepada ibu Saimah yang hidup dengan dua orang anak dengan kondisi rumah yang sudah masuk kategori tidak layak.
“Kami Badan Amal Zakat Nasional (BAZNAS) sumenep bersama bapak Bupati turun langsung untuk bertemu ibu Saimah sebagai pemilik rumah. Ini ada sedikit anggaran untuk Renovasi Rumah yang akan diberikan dan ditempati keluarga agar ada tempat yang layak “, kata Sukri.
Sukri akrabnya berharap, bantuan tersebut dapat memberikan manfaat yang positif bagi ibu Saimah beserta keluarga serta akan terus berupaya dan berusaha untuk membantu masyarakat atas dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sumenep.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS dan Bupati Kabupaten Sumenep dalam upaya menuntaskan rumah tidak layak huni menjadi layak huni,” ucapnya.
Bantuan tersebut merupakan program Sumenep Peduli yang disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumenep sebagai wujud kepedulian terhadap warga yang kurang mampu.
“Semoga bantuan ini bermanfaat untuk ibu sekeluarga, kami dari BAZNAS Sumenep khususnya akan terus berusaha untuk membantu masyarakat Sumenep ,” ucapnya.
Sementara itu, Ibu Saimah merupakan ibu dari dua orang anak yang masih kecil, Ia menghidupi kedua anaknya tanpa suami. Pasalnya, ia telah ditinggal tanpa status perkawinan yang jelas.
Ibu Saimah sehari-hari bekerja sebagai petani, hasil kerjanya hanya cukup untuk menghidupi kedua anaknya. Sementara rumahnya sudah rusak parah, atapnya melepuh di berbagai sudut ruang, Gentengnya juga sudah banyak bocor, sementara ruang dapur yang ada di bagian belakang rumah sudah ambruk.
“Dirinya bercerita, kondisi rumahnya yang rusak sudah sangat lama, ia tidak memiliki kemampuan untuk memperbaikinya. Bahkan, anak-anaknya sering tidur numpang ke saudara atau tetangga dekatnya disaat hujan, numpang di sebelah serta tidur di sana juga,” Ujar Saimah kepada Bupati Sumenep dan Ketua Baznas Sumenep sambil meneteskan ari matanya.
Pertamakali Bupati dan Ketua Baznas Sumenep menyapa, Ibu Saimah langsung menangis sambil menyeka air matanya.
“Ibu, rumahnya sampeyan ini akan kami perbaiki, yang terpenting sekarang ibu masih sehat dulu,” kata Sukri menenangkan Ibu Saimah.
Ketua Baznas Sumenep sambil mengecek setiap sudut rumah Ibu Saimah. Bahkan ia juga mengecek kandang sapi milik Ibu Saimah.
“Sapinya ini milik sampeyan atau milik orang lain,” tanya bupati.
“Milik orang pak, cuman saya yang merawat nanti bagi hasil,” jawab Saimah.
Kemudian meminta untuk bertemu kedua anak Saimah yang masih kecil. Bupati dan ketua baznas secara bergantian memeluk keduanya dan mengusap kepala kedua anak itu layaknya seorang bapak. “Kalian nanti rajin sekolah ya,” ucap bupati.
Usai itu, Ketua Baznas Sumenep Sukri mendampingi Bupati Sumenep menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Saimah.
“Dalam waktu dekat, besok atau lusa rumah ibu saimah sudah akan diperbaiki,” ungkapnya (REDJAVA****)












