JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Suasana berbeda terasa di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sumenep tampak keriuhan tawa, sorak sorai, dan alunan musik karaoke menggema dari blok hunian.
Hal itu menandai semangat warga binaan yang tengah mengikuti lomba karaoke dalam rangka Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-61.
Panggung sederhana yang dibangun di dalam lingkungan rutan menjadi saksi unjuk bakat dan ekspresi dari para warga binaan.
Setiap kamar mengirimkan perwakilannya untuk tampil membawakan lagu pilihan, mulai dari dangdut koplo yang menggoda untuk bergoyang hingga balada pop yang menyentuh hati.
Penampilan mereka tak kalah dari artis panggung, lengkap dengan gaya, ekspresi, dan improvisasi yang menghibur.
Sorakan dan tepuk tangan dari rekan-rekan satu blok turut menambah semarak acara.
Banyak dari mereka yang larut dalam suasana, ikut berjoget, bersorak, bahkan menyanyi bersama dari tempat duduk masing-masing. Sejenak, suasana Rutan berubah menjadi ruang kebersamaan yang penuh tawa dan semangat.
Kepala Rutan Sumenep, Ridwan Susilo, menyebut bahwa kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan kepribadian warga binaan.
“Lomba karaoke ini bukan hanya hiburan, tapi juga sarana untuk menyalurkan ekspresi dan meredakan stres. Kami ingin menciptakan lingkungan yang positif, di mana warga binaan bisa merasa dihargai dan didorong untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik,” kata Ridwan dalam keterangan tertulis, Jum’at (25/04/2025).
Menurut Ridwan, pembinaan tidak melulu soal aturan dan kedisiplinan, tapi juga tentang memberi ruang bagi sisi kemanusiaan.
Dengan adanya lomba seperti ini, warga binaan bisa merasakan momen kebersamaan yang menyenangkan, sekaligus memperkuat ikatan sosial antar mereka.
Lebih dari sekadar hiburan, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk membangun kepercayaan diri.
Banyak peserta yang awalnya ragu, akhirnya berani tampil dan menerima apresiasi dari teman-temannya.
Hal ini menjadi modal penting dalam proses reintegrasi sosial mereka kelak setelah menjalani masa pidana.
“Kami terus berkomitmen menghadirkan kegiatan pembinaan yang edukatif dan menyenangkan. Harapannya, ini bisa membantu proses pembentukan karakter dan kesiapan mereka untuk kembali ke tengah masyarakat,” pungkasnya.
Pekan Olahraga dan Seni di Rutan Sumenep bukan hanya selebrasi tahunan, tetapi juga wujud nyata dari pendekatan pemasyarakatan yang humanis dan membina.
Di balik jeruji, harapan tetap tumbuh, tawa tetap bergema, dan semangat tetap menyala. (REDJAVA****)












