JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sumenep berubah menjadi lautan haru dan syukur saat gema takbir berkumandang pada Senin (31/3/2025) pagi.
Ratusan warga binaan, dengan pakaian terbaik yang mereka miliki, berkumpul di aula rutan untuk menunaikan shalat Idul Fitri.
Mata mereka berbinar, namun tak sedikit yang meneteskan air mata saat takbir berkumandang, mengingatkan mereka pada keluarga yang jauh di luar sana.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Rutan Sumenep, Ridwan Susilo, bersama jajaran pejabat struktural turut serta dalam shalat berjamaah, membaur bersama warga binaan dalam suasana khidmat.
“Kami ingin memastikan bahwa meskipun mereka berada di dalam rutan, suasana Idul Fitri tetap dapat dirasakan dengan penuh makna. Ini bukan sekadar ibadah, tetapi juga momen untuk refleksi diri dan memperkuat nilai spiritual,” ujar Ridwan.
Shalat Ied berlangsung dengan khusyuk. Warga binaan terlihat larut dalam doa, sebagian besar menundukkan kepala dengan air mata berlinang.

Sebuah momen yang begitu emosional terjadi saat khatib dalam khutbahnya mengingatkan tentang arti keikhlasan, pengampunan, dan kesempatan kedua dalam hidup.
“Saya benar-benar merasakan kesedihan dan kebahagiaan di saat yang bersamaan. Saya bersyukur masih diberi kesempatan merayakan Idul Fitri meski jauh dari keluarga. Semoga ini menjadi titik balik bagi saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ucap salah satu warga binaan dengan suara bergetar.
Selain shalat Ied, kata Ridwan Susilo, Rutan Sumenep juga mengadakan acara ramah tamah dan pemberian remisi bagi warga binaan yang berkelakuan baik.

Beberapa dari mereka bahkan mendapatkan remisi bebas, yang membuat suasana semakin haru karena ada yang bisa kembali berkumpul dengan keluarga di hari kemenangan ini.
“Momen hari raya Idul Fitri di Rutan Sumenep ini menjadi pengingat bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah dan kembali ke jalan yang lebih baik,” pungkasnya.
Suara takbir yang menggema di balik jeruji besi ini seolah membawa pesan bahwa harapan dan ampunan selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin memperbaiki diri.(REDJAVA****)









