Gema Ramadhan 1446 H: Parade Musik Tongtong di Pasongsongan Menggema Hingga Dini Hari

Sabtu, 29 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gema Ramadhan 1446 H: Parade Musik Tongtong di Pasongsongan Menggema Hingga Dini Hari

Gema Ramadhan 1446 H: Parade Musik Tongtong di Pasongsongan Menggema Hingga Dini Hari

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dentuman ritmis musik tongtong membelah malam, menggema di langit Pasongsongan.

Parade musik tradisional ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga perayaan budaya yang menegaskan bahwa kearifan lokal tetap hidup di tengah derasnya arus modernisasi.

Pelabuhan Pasongsongan, yang biasanya sunyi di malam hari, berubah menjadi pusat perayaan meriah pada Jumat (28/3/2025).

Ribuan pasang mata menyaksikan irama energik dari 12 grup musik tongtong unggulan yang tampil dengan penuh semangat.

Dari pukul 20.00 WIB hingga 01.25 WIB, festival ini menyajikan suguhan musikal yang menggugah jiwa, membangkitkan nostalgia, dan membius penonton dengan alunan khas Madura.

Acara bertajuk Gema Ramadhan ini mempertemukan para seniman musik tongtong terbaik di Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  Reuni Perdana Kampus dan Alumni, Universitas Annuqayah Perkuat Sinergi Menuju Kampus Pesantren Berkelas

Masing-masing grup diberi waktu 15 menit untuk menampilkan karya terbaik mereka, memastikan setiap dentuman drum dan tabuhan tongtong menggema dengan penuh makna.

Berikut adalah 12 grup yang memeriahkan malam spektakuler ini: Dewa Amor, Angin Ribut, Puser Angin, Bintang Kejora, Bagaspati, Lanceng Sarkaju, Poetra Djennengan, Telaga Biru, Pangeran Girpapas, Peccot Ngamox, Gelora Pesisir, dan Nawasena.

Setiap grup membawa ciri khasnya masing-masing, menciptakan variasi ritme yang semakin menghidupkan suasana.

“Kami ingin masyarakat tetap merasakan getaran budaya asli kita. Musik tongtong bukan sekadar seni pertunjukan, tapi juga identitas yang harus terus dijaga,” ujar Alimurrahman, usai kegiatan, Sabtu (29/03/2025).

Sorak sorai dan tepuk tangan menggema setiap kali grup baru tampil.

Baca Juga :  Transparansi Data Pacu Atasi Inflasi di Daerah

Masyarakat dari berbagai penjuru datang berbondong-bondong, memenuhi area pelabuhan demi menyaksikan parade musik yang kini telah menjadi agenda tahunan kebanggaan Pasongsongan.

“Luar biasa! Kami menikmati setiap detik pertunjukan ini. Semoga tahun depan bisa lebih meriah lagi,” ungkap seorang penonton yang datang bersama keluarganya dari kota Sumenep.

Seiring malam yang semakin larut, semangat tak juga surut. Para pemain musik tetap enerjik, sementara penonton masih enggan beranjak.

Ketika acara akhirnya ditutup pada pukul 01.25 WIB, tepuk tangan panjang mengiringi malam yang tak terlupakan ini.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini. Semoga tahun depan lebih banyak grup yang bisa tampil dan festival ini semakin dikenal luas,” ungkap Alimurrahman.

Parade Gema Ramadhan bukan sekadar ajang hiburan, tetapi juga bukti bahwa musik tongtong masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.

Baca Juga :  Dandim 0827/Sumenep Ikuti Vicon Bersama Kapolri, Bahas Kesiapan Pengamanan Pilkada 2024

Di tengah arus globalisasi, mempertahankan tradisi adalah tantangan besar, tetapi semangat masyarakat Pasongsongan membuktikan bahwa akar budaya tidak akan mudah goyah.

Dengan semakin besarnya antusiasme, bukan tidak mungkin Gema Ramadhan akan berkembang menjadi festival musik tradisional tingkat nasional, mengundang lebih banyak peserta dan menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah.

“Semoga tahun depan, gema tongtong semakin luas terdengar, bukan hanya di Pasongsongan, tetapi hingga penjuru Nusantara,” pungkasnya. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers
Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup
HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini
Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep
Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM
Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79
Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Desa Gunggung, Ini Hasil Penyelidikan Awal Polisi

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:31 WIB

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:29 WIB

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:12 WIB

HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:41 WIB

Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:31 WIB

Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Berita Terbaru