JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pendopo Agung Keraton Sumenep kembali menjadi saksi semaraknya denyut tradisi.
Selama dua hari pelaksanaan, Sabtu hingga Senin (08–10 Juni 2025), siswa-siswi SDN Parsanga II tampil dalam balutan semangat budaya, memainkan gamelan dan mempersembahkan seni tradisional.
Acara unggulan Sanggar Keraton ini digagas oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep.
Program ini juga menjadi ruang ekspresi edukatif bagi pelajar tingkat dasar hingga menengah yang tersebar di wilayah Kabupaten Sumenep.
Secara bergiliran, sekolah-sekolah diberi kesempatan untuk tampil di pusat budaya Madura ini sebuah inisiatif pelestarian warisan lokal yang dikemas dengan pendekatan interaktif dan regeneratif.
Kepala SDN Parsanga II, Poeryani, S.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kesempatan berharga ini.
“SDN Parsanga II telah menjadi bagian dari keluarga besar Sanggar Keraton. Ini bukan sekadar kegiatan seni, tapi panggung pembelajaran karakter dan cinta budaya bagi anak-anak kami,” ujarnya kepada media ini, Minggu (08/06/2025).
Poeryani menegaskan bahwa partisipasi aktif siswa dalam kesenian tradisional bukan hanya soal tampil, tetapi juga proses pendidikan yang menanamkan nilai kebersamaan, kedisiplinan, dan kearifan lokal.
“Lewat gamelan, anak-anak belajar sabar, kompak, dan bangga terhadap budaya sendiri. Di tengah gempuran digitalisasi, ini adalah bentuk nyata pendidikan karakter berbasis budaya,” ungkapnya.
Tampil dalam balutan busana tradisional merah-putih bergaris, para siswa menunjukkan kekompakan dan penghayatan mendalam.
“Alhamdulillah Gamelan yang mereka mainkan menggema di setiap sudut Pendopo, disambut riuh tepuk tangan dari para tamu dan pengunjung,” jelas Poer sapaannya.
Atmosfer yang tercipta tidak hanya menggugah nostalgia, tetapi juga menyulut optimisme akan keberlanjutan tradisi.
Kegiatan selama dua hari ini menjadi penanda bahwa Sanggar Keraton bukan sekadar pentas seni, tetapi medium penguatan identitas budaya sejak usia dini. Disbudporapar Sumenep menghadirkan program ini sebagai jembatan antara generasi dan peradaban.
“SDN Parsanga II tidak hanya tampil mereka tengah membangun fondasi budaya untuk masa depan, menjadi saksi bahwa generasi muda bisa menjadi pelopor, bukan sekadar pewaris budaya bangsa,” pungkasnya. (REDJAVA****)












