JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Laut Masalembu yang selama ini tenang mendadak heboh! Sebanyak 35 paket misterius diduga sabu-sabu ditemukan mengapung tak jauh dari Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Temuan mengejutkan ini menguak dugaan aktivitas gelap jaringan narkoba yang memanfaatkan jalur laut terpencil sebagai rute pengiriman ilegal.
Peristiwa ini terjadi pada Kamis siang, 29 Mei 2025, saat dua nelayan asal Desa Suka Jeruk, Fadil dan Masto, tengah melaut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah perairan yang biasanya sepi, mereka mendapati puluhan bungkusan plastik mencurigakan mengambang tersusun rapi namun tampak seperti tercecer.

“Awalnya kami kira itu sampah laut biasa. Tapi karena jumlahnya banyak dan bentuknya seragam, kami curiga,” ujar Fadil, Kamis (29/05/2025).
Keduanya lantas melaporkan temuan itu ke Koramil 0827/22 Masalembu. Laporan diterima langsung oleh personel TNI, yakni Serka Yohanes, Serda Bambang, dan Koptu Yunus, sekitar pukul 12.05 WIB.
Tak lama berselang, pukul 12.30 WIB, para saksi bersama Koptu Yunus menghubungi Polsek Masalembu untuk koordinasi pengamanan.
Petugas gabungan dari Koramil dan Polsek Masalembu bergerak cepat.
Pada pukul 13.20 WIB, tim turun langsung ke lokasi penemuan, menyisir area, dan mengevakuasi barang mencurigakan itu ke daratan.

“Dari hasil pengecekan awal, terdapat 35 bungkus plastik, 33 di antaranya masih tersegel rapat, sementara dua lainnya telah terbuka. Berat total mencapai 35 kilogram,” ujar salah satu aparat gabungan di lokasi.
Seluruh paket kini diamankan di Kantor Polsek Masalembu. Rencananya, barang bukti akan segera dibawa ke Mapolres Sumenep untuk ditangani secara intensif oleh tim dari Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba).
Meski pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi mengenai asal muasal barang mencurigakan tersebut, dugaan kuat mengarah pada praktik penyelundupan narkoba via jalur laut.
Metode ini dikenal sebagai “drop-off laut” barang dilarung untuk kemudian diambil oleh kurir lokal menggunakan kapal kecil tanpa identitas.
“Ini sinyal bahaya bagi kawasan kepulauan. Perairan kita ternyata sedang diincar sebagai titik transit oleh sindikat narkoba laut. Ini bukan sekadar kasus, ini ancaman nasional,” ujar sumber internal aparat yang enggan disebut namanya.
Langkah cepat TNI dan kepolisian mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Publik menilai, transparansi aparat dalam menyampaikan informasi ini merupakan bentuk keberpihakan terhadap perlindungan generasi muda dari bahaya narkoba.
“Ini bukan sekadar penemuan. Ini panggilan darurat agar kita semua waspada. Laut Masalembu bukan tempat sampah narkoba!” ujar Hilga seorang tokoh pemuda setempat lewat pesan whatsAppnya.
Pihak berwenang juga menyerukan agar masyarakat tetap waspada dan melapor jika melihat aktivitas mencurigakan, terutama di wilayah perairan dan pesisir terpencil.
Hingga berita ini diunggah, pihak kepolisian setempat belum mengeluarkan rilis resmi terkait temuan mencurigakan tersebut. (REDJAVA****)









