JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur secara resmi menutup rangkaian Kegiatan Orientasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2024 yang digelar di Lapas Kelas I Surabaya.
Acara penutupan yang berlangsung pada Kamis (26/6/2025) itu berlangsung khidmat dan meriah, menjadi penanda penting berakhirnya masa pembentukan awal bagi para abdi negara baru di lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Jawa Timur, termasuk Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep, Heri Sutriadi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran para pimpinan UPT menjadi bentuk dukungan penuh terhadap generasi baru pemasyarakatan yang akan segera bertugas di lapangan.
Upacara penutupan dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Ditjenpas Jatim, Kadiyono. Dalam amanatnya, ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat, dedikasi, dan ketahanan para CPNS selama mengikuti proses orientasi yang intens.
“Saya telah menyaksikan langsung proses yang luar biasa ini. Rekan-rekan CPNS telah melalui banyak tantangan mulai dari latihan fisik, mental, hingga emosi. Tapi hari ini, saya melihat wajah-wajah yang lebih kuat, lebih siap, dan lebih bersinar. Inilah transformasi yang sangat impresif,” tutur Kadiyono.
Orientasi CPNS ini memang tidak semata memperkenalkan dunia kerja, tetapi juga membentuk fondasi karakter pegawai pemasyarakatan yang tangguh, disiplin, dan menjunjung tinggi nilai-nilai integritas dan profesionalisme.
Usai upacara, para CPNS mempersembahkan pertunjukan seni budaya khas Jawa Timur dan unjuk kebolehan dalam bela diri, yang menjadi bagian dari pembinaan fisik mereka selama masa orientasi.
Sementara itu, Kepala Rutan Sumenep, Heri Sutriadi, yang menyaksikan langsung penutupan kegiatan, menyampaikan rasa bangga dan harapannya kepada para CPNS.
“Saya bangga melihat semangat luar biasa dari para CPNS. Semoga semangat ini terus menyala saat mereka mulai bertugas di lapangan, menjadi bagian dari transformasi pemasyarakatan yang lebih baik,” kata Heri dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/06/2025).
Menurutnya, semangat yang telah ditanamkan selama orientasi harus menjadi bekal dalam menjalankan tugas negara yang mulia, yakni membina dan mengayomi warga binaan menuju reintegrasi sosial yang lebih manusiawi dan bermartabat.
“Kegiatan ini menjadi simbol bahwa generasi baru pemasyarakatan telah siap mengemban amanah, berkontribusi aktif, dan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang lebih humanis, profesional, dan berintegritas,” pungkasnya (REDJAVA****)








