JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kabupaten Sumenep kembali mencatatkan langkah besar dalam sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Produk hortikultura hasil binaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep kini berhasil menembus pasar modern seperti Indomaret, Alfamart, hingga jaringan ritel besar lainnya.
Keberhasilan ini menjadi tonggak penting bagi petani lokal, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi produk-produk pertanian Sumenep untuk bersaing di pasar yang lebih kompetitif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak berhenti di situ, DKPP Sumenep juga menggandeng Bulog dalam menggelar Gerakan Pangan Murah.
Program ini bertujuan untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil dan terjangkau, terutama menjelang bulan suci Ramadhan 2025.
Dua gebrakan besar ini menjadi bukti nyata bahwa Sumenep semakin siap menuju kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
Keberhasilan produk hortikultura Sumenep masuk ke pasar modern bukanlah pencapaian instan.
Ini adalah hasil dari upaya berkelanjutan yang dilakukan DKPP Sumenep dalam membina para petani agar mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan standar yang sesuai untuk pasar modern.

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, S.E., M.Si, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi besar untuk meningkatkan daya saing produk pertanian lokal.
Dengan kemasan yang lebih higienis, produk hortikultura Sumenep kini lebih siap bersaing tidak hanya di ritel lokal, tetapi juga di pasar tingkat provinsi.
“Target kami tidak hanya sebatas ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart, tetapi juga menembus pasar lelang tingkat provinsi di Surabaya dan Sidoarjo. Ini adalah peluang emas untuk membawa produk pertanian Sumenep naik kelas dan memiliki nilai jual lebih tinggi,” ujarnya.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Pak Inung ini menjelaskan bahwa ke depan, DKPP juga akan menghadirkan platform digital “Silang Tani” sebagai inovasi dalam distribusi hasil pertanian.
“Kami menyadari bahwa gaya hidup masyarakat kini sudah serba digital. Karena itu, kami sedang menyiapkan aplikasi Silang Tani yang memungkinkan masyarakat membeli produk pertanian Sumenep secara online. Ini akan semakin memperluas jangkauan pemasaran produk hortikultura kita,” ungkapnya.
Kehadiran aplikasi ini diyakini akan menjadi terobosan besar bagi para petani, terutama dalam meningkatkan efisiensi distribusi dan memperpendek rantai pasok, sehingga harga jual produk lebih kompetitif di pasar.
Di sisi lain, DKPP Sumenep juga memastikan bahwa kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang stabil menjelang bulan Ramadhan 2025.
Melalui kerja sama dengan Bulog, ID Food, dan Prima Food, DKPP menggelar Gerakan Pangan Murah yang dimulai dari Taman Bunga Sumenep, Ahad (2/3/2025).

Gerakan ini tidak hanya berlangsung di pusat kota, tetapi juga akan diperluas ke beberapa kecamatan strategis seperti Gapura, Rubaru, Manding, dan Saronggi, guna menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Atas arahan Bapak Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH, kami bekerja sama dengan Bulog untuk memastikan harga pangan tetap stabil dan masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Bulog Wilayah Kertasada, Anshori, menjelaskan bahwa dalam kegiatan ini pihaknya menyediakan berbagai komoditas pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat, seperti:
– Beras Premium: 140 sak (total 700 kg)
– Beras Medium: 13 sak (total 65 kg)
– Minyak Goreng: 18 kl
– Gula Pasir: 96 kg
– Telur dan Ayam Pedaging
“Kami menjamin stok pangan selama bulan Ramadhan tetap aman. Masyarakat tidak perlu khawatir akan lonjakan harga, karena pasokan akan terus kami jaga,” jelasnya.
Selain sembako, dalam pasar murah ini juga dijual produk hortikultura kemasan modern yang sudah disiapkan oleh DKPP dengan harga yang sangat terjangkau, mulai dari Rp5.000 per pack.
Dari pantauan media ini di lokasi, masyarakat terlihat sangat antusias berburu kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibanding harga pasar.
Beberapa warga bahkan berharap pasar murah semacam ini bisa digelar lebih sering agar stabilitas harga pangan tetap terjaga.
Dua langkah besar yang dilakukan DKPP Sumenep ini mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak. Masuknya produk hortikultura ke pasar modern menunjukkan bahwa petani lokal kini mampu menghasilkan produk dengan standar tinggi.
Sementara Gerakan Pangan Murah menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat, terutama di tengah fluktuasi harga bahan pokok menjelang Ramadhan.
Dengan strategi inovatif, digitalisasi pemasaran, serta kerja sama lintas sektor, Kabupaten Sumenep semakin siap menjadi pemain utama dalam ketahanan pangan di tingkat regional maupun nasional. (REDJAVA****)









