FSKN Kasultanan Sumenep Sambut Tim BPKW XI, Perkuat Jejak Sejarah dan Pelestarian Warisan Keraton

Selasa, 12 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FSKN Kasultanan Sumenep Sambut Tim BPKW XI, Perkuat Jejak Sejarah dan Pelestarian Warisan Keraton

FSKN Kasultanan Sumenep Sambut Tim BPKW XI, Perkuat Jejak Sejarah dan Pelestarian Warisan Keraton

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Upaya menjaga denyut sejarah dan warisan budaya bangsa terus diperkuat di Kabupaten Sumenep. Forum Silaturahmi Kraton Nusantara (FSKN) Kasultanan Sumenep menerima kunjungan tim pengumpul data dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Kementerian Kebudayaan, Selasa (12/5/2026), dalam agenda strategis pendokumentasian sejarah serta kondisi terkini warisan Keraton Sumenep.

Kunjungan yang berlangsung di kawasan Keraton Sumenep itu menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen pelestarian cagar budaya dan peninggalan sejarah kerajaan di Madura. Suasana pertemuan berlangsung hangat, penuh penghormatan terhadap nilai-nilai budaya, sekaligus sarat pembahasan mengenai perjalanan panjang peradaban Keraton Sumenep dari masa ke masa.

Ketua FSKN Kasultanan Sumenep, RB. M. Chairil Anwar Gondodiwiryo, menerima langsung kedatangan tim BPK Wilayah XI dan memaparkan berbagai catatan sejarah penting mengenai eksistensi Keraton Sumenep sebagai pusat pemerintahan, budaya, dan perkembangan peradaban di Madura.

“Keraton Sumenep bukan sekadar bangunan bersejarah, tetapi simbol peradaban dan identitas budaya masyarakat Madura yang memiliki nilai luhur dan harus dijaga bersama,” kata RB. M. Chairil Anwar Gondodiwiryo disela-sela kegiatan, Selasa (12/05/2026)

Dalam dialog tersebut, tim BPK Wilayah XI melakukan penggalian informasi secara mendalam terkait sejarah pemerintahan kerajaan, perkembangan budaya keraton, kondisi bangunan bersejarah, benda pusaka, hingga tantangan pelestarian warisan budaya di tengah arus modernisasi.

Baca Juga :  Pemprov Jatim Hadirkan Hadiah Besar HUT ke-80, Bebaskan Warga dari Jerat Denda Pajak Kendaraan Hingga Akhir November 2025

RB. M. Chairil menegaskan, pelestarian keraton bukan hanya menjadi tanggung jawab internal keluarga besar keraton, melainkan juga memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah agar warisan sejarah tersebut tetap hidup dan dikenal generasi mendatang.

“Kami ingin warisan budaya ini tidak hanya dikenang, tetapi benar-benar dirawat, dipelajari, dan diwariskan sebagai bagian penting dari jati diri bangsa,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa berbagai peninggalan Keraton Sumenep hingga kini masih terjaga, mulai dari arsitektur bangunan, manuskrip sejarah, hingga benda-benda pusaka yang memiliki nilai historis tinggi.

Baca Juga :  Hadiri Perayaan Rokat Desa dan Petik Laut di Desa Kertasada, Bupati Ra Fauzi : Sumenep Adalah Kabupaten Tidak Lupa Warisan Leluhur

Sementara itu, tim Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI menyampaikan bahwa kegiatan pengumpulan data tersebut merupakan bagian dari langkah penguatan dokumentasi kebudayaan nasional, khususnya terkait keberadaan keraton dan situs cagar budaya di Jawa Timur.

“Pendataan ini menjadi bagian penting dalam melihat perkembangan kondisi Keraton Sumenep sekaligus memperkuat upaya pelestarian sejarah dan budaya bangsa,” ungkap salah satu anggota tim BPK Wilayah XI.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi penegas bahwa Keraton Sumenep tetap memiliki posisi penting sebagai pusat warisan budaya yang menyimpan jejak perjalanan sejarah Madura.

Baca Juga :  Rutan Sumenep Gelar Upacara Harkitnas ke-115, Karutan Gelorakan Semangat Untuk Bangkit

Di tengah perkembangan zaman, keberadaan keraton diharapkan terus menjadi sumber edukasi, kebanggaan budaya, dan identitas sejarah yang tetap hidup di tengah masyarakat. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers
Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup
HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini
Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep
Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM
Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79
Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Desa Gunggung, Ini Hasil Penyelidikan Awal Polisi

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:31 WIB

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:29 WIB

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:12 WIB

HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:41 WIB

Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:31 WIB

Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Berita Terbaru