JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Bupati Sumenep Ra Achmad Fauzi, S.H.,M.H mengharapkan untuk semua pihak untuk melestarikan kebudayaan rokat desa dan petik laut. Hal itu diungkapkan Bupati Sumenep pada acara tersebut berlangsung di Desa Kertasada Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur, Jum’at (10/02/2023).
“Tradisi rokat desa dan petik laut di Desa Kertasada merupakan warisan leluhur yang masih lestari. Ini layak diapresiasi dan diteruskan, karena menjadi salah satu wajah dari ragamnya budaya di Sumenep,” kata Bupati Sumenep Ra Achmad Fauzi, dikutip dari keterangan persnya, Jumat (10/3/2023).
Pada perayaan tahun ini, Bupati Sumenep Ra Achmad Fauzi tampak terlihat berbaur dengan masyarakat sekitar. Ia bahkan sempat menjajal “Ul Daul” dan musik tong-tong.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perlu diketahui, rokat desa dan petik laut merupakan ekspresi syukur para petani garam atas rezeki yang diperoleh, baik dari darat maupun laut diberikan oleh Allah SWT. Di samping itu, acara ini juga sekaligus menjadi bentuk doa untuk meminta keselamatan.
Acara dibuka dengan pembacaan Al-Quran, sholawat, serta doa. Masyarakat meminta rahmat Allah SWT serta dijauhkan dari berbagai macam penyakit.
Setelahnya, tradisi leluhur tersebut dilanjutkan dengan arak-arakan desa serta mengarak sesaji keliling kampung. Masyarakat setempat menyebutnya “ider bumi”, yakni sesajian syahdan yang dilarung oleh iringan kapal atau perahu nelayan di tengah laut.
“Acara ini menjadi bukti bahwa Sumenep merupakan kabupaten yang tidak lupa dengan apa yang diturunkan nenek moyang,” pungkas Bupati Sumenep Ra Achmad Fauzi. (REDJAVA****)









