JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Malam di Makodim 0827/Sumenep berubah menjadi lautan sorak-sorai ribuan warga. Final Turnamen Voli Dandim Cup IV Tahun 2025, Minggu (26/10/2025), berlangsung spektakuler dan penuh emosi, mempertemukan tim-tim terbaik yang telah berjuang selama satu bulan penuh di Lapangan Voli Satrya 27.
Dari tribune hingga pagar pembatas, warga tumpah ruah. Anak muda, keluarga, hingga veteran olahraga datang memberi dukungan tanpa henti. Sorak penonton berpadu dengan semangat juang para atlet, menciptakan atmosfer yang jarang terlihat dalam ajang olahraga lokal.
Pertarungan di sektor putri menghadirkan duel panas antara Tim Lososa (Kalianget) dan Tim Angkasa (Saronggi). Meski Angkasa tampil agresif di awal, Lososa tampil lebih tajam dan stabil. Dengan serangan cepat dan blok kokoh, Lososa menutup laga dengan kemenangan 3–0, memastikan diri sebagai juara tak terbantahkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu di kategori putra, duel antara Mahkota Agung (Kota Sumenep) dan Benteng Agung (Batang Batang) berlangsung dalam tempo tinggi. Set pertama sempat dimenangkan Benteng Agung, namun Mahkota Agung bangkit dan membalik keadaan hingga menuntaskan laga dengan skor 3–1.
Sorak kemenangan menggema saat bola terakhir jatuh di sisi lapangan Benteng Agung. Sejumlah pemain Mahkota Agung langsung berpelukan di tengah lapangan, meneteskan air mata bahagia.
Dalam suasana haru dan penuh kebanggaan, Dandim 0827/Sumenep Letkol Arm Bendi Wibisono, S.E., M.Han. menyampaikan apresiasi mendalam kepada semua pihak yang berperan dalam kesuksesan turnamen bergengsi tersebut.
“Saya bangga melihat antusiasme masyarakat Sumenep. Turnamen ini bukan sekadar lomba voli, tapi juga simbol kebersamaan dan semangat sportif yang luar biasa,” kata Dandim saat menutup pertandingan disambut tepuk tangan ribuan penonton.
Perwira TNI AD yang dikenal humanis ini menegaskan bahwa olahraga menjadi sarana strategis untuk memperkuat sinergi antara TNI dan rakyat.
“Melalui olahraga, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat. Dari lapangan inilah lahir semangat persatuan, semangat pantang menyerah, dan nilai gotong royong yang menjadi jati diri bangsa kita,” tegasnya.
Ia juga memberikan motivasi kepada para atlet muda agar tidak berhenti berproses dan terus menumbuhkan mental juara.
“Menang bukan segalanya, tapi semangat, disiplin, dan kejujuran dalam bertanding itu yang menentukan masa depan atlet. Saya berharap dari Dandim Cup ini lahir bibit-bibit unggul yang kelak mengharumkan nama Sumenep di level provinsi hingga nasional,” ungkapnya dengan nada optimistis.
Kemeriahan malam final semakin lengkap dengan kehadiran Forkopimda Sumenep, Ketua KONI Sutan Hadi Tjahyadi, Ketua PBVSI Sumenep Sudiharto, jajaran Perwira Staf dan Danramil, perwakilan Polres Sumenep, BRI Sumenep, serta ratusan tamu undangan.
Penonton bersorak setiap kali Dandim menyerahkan piala bergilir, medali, dan uang pembinaan kepada para juara. Sorot lampu, riuh penonton, dan semangat para pemain menjadikan final Dandim Cup IV malam itu terasa seperti panggung megah olahraga nasional.
Bagi warga Sumenep, turnamen ini bukan hanya hiburan, tetapi juga wadah persaudaraan dan kebanggaan daerah. Dandim Cup kini telah menjadi ikon olahraga tahunan di ujung timur Madura, yang selalu ditunggu-tunggu masyarakat setiap tahun. (REDJAVA****)











