JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudporapar) kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan kekayaan fauna lokal melalui penyelenggaraan Festival Kucing Busok Raas 2025 yang digelar di salah satu gedung Kecamatan Raas, Jumat (05/12/2025). Acara tahunan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat serta pecinta kucing Busok, salah satu satwa endemik yang hanya dimiliki Pulau Raas.
Festival yang dibuka oleh Kepala Bidang Pariwisata Disbudporapar, Andri Zulkarnain, mewakili Kepala Disbudporapar, berlangsung meriah dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan masyarakat setempat, mulai dari Sekcam Raas, Kapolsek, Danramil, panitia pelaksana, hingga para peserta yang membawa 23 ekor kucing Busok untuk mengikuti kompetisi.

Kabid Pariwisata Disbudporapar Sumenep, Andri Zulkarnain menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengenalkan identitas lokal kepada masyarakat luas. “Festival Kucing Busok ini kami selenggarakan untuk menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap hewan asli Pulau Raas. Kucing Busok adalah kekayaan kita, dan wajib kita lestarikan bersama,” kata Andri kepada media ini, Sabtu (06/12/2025)
Ajang ini kemudian menghasilkan tiga pemenang terbaik berdasarkan penilaian juri, yaitu:
– Juara 1: Kucing Busok Cici milik dr. Mila
– Juara 2: Kucing Busok Jeki milik Dayat
– Juara 3: Kucing Tukimin milik Jamali

Andri menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta yang antusias mengikuti festival tahun ini. “Kami sangat bangga melihat antusias masyarakat. Keikutsertaan 23 kucing Busok menunjukkan bahwa semakin banyak warga yang peduli terhadap pelestarian ras kucing khas Raas ini,” jelasnya.
Selain menjadi tontonan menarik bagi warga, festival ini juga dinilai mampu mengangkat nilai budaya dan pariwisata Kabupaten Sumenep. Kucing Busok, yang dikenal dengan bulu abu kehitaman, badan gagah, dan karakter loyal, telah lama menjadi ikon Pulau Raas dan dikenal hingga tingkat nasional. “Melalui festival ini, kami ingin memperkuat posisi Kucing Busok sebagai identitas daerah yang bernilai budaya dan pariwisata. Semakin banyak kegiatan seperti ini, semakin besar peluang Raas menjadi destinasi unggulan,” tambah Andri.

Lebih jauh, Andri menegaskan bahwa festival ini akan terus ditingkatkan setiap tahun, baik dari segi kualitas kegiatan maupun jumlah pesertanya. Ia berharap pada tahun 2026 nanti, Festival Kucing Busok dapat diselenggarakan dalam skala yang lebih besar. “InsyaAllah di tahun 2026, kami menargetkan festival ini jauh lebih meriah, lebih profesional, dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat. Kami ingin menjadikan Kucing Busok sebagai ikon kebanggaan dunia, bukan hanya Sumenep,” tutupnya.
Dengan terselenggaranya Festival Kucing Busok Raas 2025 ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga keberlangsungan fauna lokal sekaligus terus mendukung pengembangan pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal. (REDJAVA****)










