JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di balik gemuruh perubahan zaman, ada kelompok masyarakat yang terus diperjuangkan agar tak tertinggal dalam arus pembangunan.
Mereka adalah kaum dhuafa yang di tangan Baznas Kabupaten Sumenep, tidak hanya disantuni, tetapi diangkat harkatnya melalui program-program yang terstruktur, menyentuh langsung kebutuhan dasar, dan dirancang untuk jangka panjang.
Ketua Baznas Sumenep, A. Rahman, mengungkapkan, lembaganya kini tidak lagi sekadar menyalurkan zakat secara konsumtif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita ingin mencetak transformasi nyata. Dari mustahik menjadi muzakki. Dari ketergantungan menuju kemandirian,” tuturnya, Rabu (18/06/2025).
Lima program unggulan kini menjadi tulang punggung gerakan sosial Baznas di kota keris ini. Masing-masing menyasar titik-titik strategis persoalan sosial-ekonomi masyarakat.
1. Sumenep Cerdas: Menyekolahkan Harapan
Program ini hadir untuk menjawab ancaman putus sekolah di kalangan anak-anak kurang mampu.
Mulai dari siswa SD, SMP, SMA hingga mahasiswa dan santri dari keluarga dhuafa, Baznas menyalurkan beasiswa agar mereka tetap bisa menuntut ilmu tanpa dihantui keterbatasan biaya.
“Ilmu adalah jalan keluar dari kemiskinan. Karena itu, pendidikan harus menjadi prioritas utama dalam pendistribusian zakat,” tutur A. Rahman.
2. Sumenep Sehat: Ketika Zakat Menjadi Obat
Baznas juga memberikan layanan kesehatan gratis bagi kaum miskin dan dhuafa.
Mulai dari bantuan biaya pengobatan, rujukan rumah sakit, operasi ringan seperti khitanan massal dan katarak, hingga distribusi alat bantu kesehatan.
Program ini dilaksanakan melalui klinik mitra, mobil layanan keliling, dan kerja sama erat dengan Puskesmas serta RSUD.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap orang, sekaya atau semiskin apa pun, memiliki hak yang sama untuk sehat,” ujar A. Rahman.
3. Sumenep Makmur: Dari Mustahik Menjadi Pengusaha
Tak hanya menyentuh sektor konsumsi, Baznas juga menyasar akar persoalan ekonomi.
Program Sumenep Makmur memberi bantuan modal usaha untuk para pelaku mikro dan kecil. Disertai pelatihan keterampilan seperti menjahit, bertani, atau memasak, serta pendampingan usaha berbasis UMKM binaan.
“Sumenep Makmur adalah perlawanan terhadap kemiskinan struktural. Kami ingin mereka berdiri sendiri, bukan sekadar menerima,” jelas Rahman.
4. Sumenep Peduli: Bergerak Cepat Saat Bencana dan Derita Menimpa
Dalam situasi darurat, Baznas hadir melalui Sumenep Peduli. Mulai dari bantuan untuk korban bencana alam, perbaikan rumah tak layak huni (RTLH), hingga santunan bagi yatim piatu, janda, dan lansia.
Program ini bersifat insidentil namun dijalankan dalam kerangka kerja tahunan yang sistematis, agar tak ada yang terlewat dari radar kemanusiaan.
5. Zakat Community Development: Menata Desa dari Akar Rumput
Program paling revolusioner adalah Zakat Community Development (ZCD). Di sini, satu desa miskin dipilih sebagai model pemberdayaan zakat terintegrasi. Sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan kerajinan dijalankan dengan sistem pendampingan, pelatihan, hingga akses pasar.
“Ini bukan sekadar bantuan, ini investasi sosial. Kami yakin, zakat yang dikelola dengan benar bisa mengubah wajah desa,” papar Rahman penuh optimisme.
Melalui lima program unggulan ini, Baznas Sumenep membuktikan bahwa zakat bukan sekadar ibadah individual, melainkan solusi sosial yang jika diorganisir dengan benar, mampu menggerakkan roda kemajuan daerah. Di tengah keterbatasan fiskal daerah, zakat menjadi instrumen strategis membangun masyarakat dari bawah.
“Kami tidak ingin zakat berhenti di angka distribusi. Kami ingin zakat menciptakan perubahan. Dan itu hanya bisa tercapai dengan kepercayaan masyarakat serta pengelolaan yang amanah dan profesional,” pungkas A. Rahman.
Dengan semangat kolaborasi dan keberpihakan pada kaum lemah, Baznas Sumenep telah mengubah zakat menjadi alat rekonstruksi sosial. Dan seperti kata pepatah lama, “Zakat tak hanya membersihkan harta, tapi juga menyucikan bangsa.” (REDJAVA****)








