Fenomena Bediding Landa Sumenep, Suhu Dingin Bisa Ancam Kesehatan

Senin, 15 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pamflet Suasana Dingin Bediding

Pamflet Suasana Dingin Bediding

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP Fenomena bediding kembali melanda wilayah Jawa Timur, Pulau Madura Umumnya, Khususnya di Kabupaten Sumenep. Bediding ini membawa suhu dingin yang ekstrem selama musim kemarau, terutama di puncak kemarau Agustus nanti.

Fenomena ini telah melanda Jawa Timur dan Madura sejak pekan lalu, sebagaimana terlihat dari unggahan Instagram @pemprovjatim. Ini juga berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Pulau Jawa, Madura, Bali, dan Nusa Tenggara yang notabene berada di selatan garis khatulistiwa.

Pada wilayah ini, meski pagi hari cenderung lebih dingin, udara siang hari akan terasa lebih panas. Fenomena bediding terjadi di daerah dataran tinggi di Indonesia bagian selatan.

Berikut adalah fakta tentang fenomena bediding yang saat ini melanda Jawa Timur dan Madura.

Baca Juga :  Buka Kontes Sape Sonok se-Madura, Bupati Ra Fauzi : Upaya Pelestarian Warisan Leluhur

1. Apa Itu Bediding?

Bediding adalah kondisi di mana suhu lingkungan terasa lebih dingin dari biasanya, khususnya di wilayah Indonesia bagian selatan, termasuk Jawa. Fenomena ini terjadi selama musim kemarau, ketika angin monsun timuran membawa udara kering dan dingin.

2. Siklus Musiman

Bediding adalah bagian dari siklus musiman yang berlangsung dari bulan Juni hingga September. Puncak suhu dingin biasanya terjadi pada bulan Agustus, ketika aktivitas angin monsun mencapai puncaknya. Fenomena bediding disebabkan karena 4 faktor, yaitu udara kering, langit cerah, dan topografi.

3. Suhu Ekstrem

Suhu terendah yang tercatat selama fenomena bediding di Jawa bisa mencapai sekitar 11-15°C. Di tahun 2020, suhu dingin di DIY pernah mencapai 17 derajat celcius.

Baca Juga :  Kawal Pemberangkatan Mudik Gratis KMP DBS III, Pjs. Pasiops Kodim Sumenep Minta Babinsa Tingkatkan Pengawasan

4. Penurunan Curah Hujan

Fenomena bediding ditandai dengan rendahnya intensitas hujan. Kurangnya tutupan awan menyebabkan radiasi panas dari permukaan bumi tidak terperangkap, sehingga suhu udara menjadi lebih dingin. Hal ini juga mempengaruhi ketersediaan air bagi pertanian dan kebutuhan sehari-hari.

5. Dampak pada Kesehatan

Suhu dingin ekstrem dapat mempengaruhi kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Masalah kesehatan yang sering muncul antara lain hipotermia dan penyakit pernapasan. Masyarakat diimbau untuk mengenakan pakaian hangat dan menjaga kondisi kesehatan.

6. Pengaruh pada Pertanian

Fenomena bediding berdampak negatif pada sektor pertanian, terutama di daerah dataran tinggi. Embun es atau frost dapat merusak tanaman, menyebabkan layu atau kematian pada tanaman. Petani diharapkan dapat melakukan langkah-langkah preventif seperti menutupi tanaman dengan bahan pelindung.

Baca Juga :  Hari Terakhir Pendaftaran PPK Pilkada Sumenep 2024, Jumlah Pendaftar 637 Peserta

7. Dampak pada Peternakan

Tidak hanya pertanian, sektor peternakan juga terkena dampak bediding. Suhu dingin dapat menyebabkan kematian pada hewan ternak, khususnya unggas. Peternak perlu memastikan bahwa hewan ternak mereka terlindungi dari suhu dingin dengan menyediakan kandang yang hangat dan ventilasi yang baik.

8. Tindakan Pencegahan

Untuk menghadapi dampak bediding, BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu memantau prakiraan cuaca dan suhu. Petani dan peternak disarankan untuk mengambil langkah-langkah preventif, seperti menutupi tanaman dan memastikan kandang ternak terlindungi.

Selain itu, masyarakat harus mengenakan pakaian hangat, terutama pada malam hari. (REDJAVA****)

Berita Terkait

KBS Sumenep Salurkan 55 Nasi Bungturat, Tebar Kepedulian dan Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan
Buka Akses Pendidikan di Balik Jeruji, Rutan Sumenep Gelar Program Kesetaraan bagi Warga Binaan
UPT PPD Sumenep Gelar Rakor Penghapusan Data Kendaraan Plat Merah, Perkuat Tata Kelola Aset Daerah
DPC PERADI Madura Raya: Polemik Putusan Pengadilan Tidak Goyahkan Soliditas Organisasi
Sedang Berhaji, Satu Pejabat Ikuti Pelantikan dari Tanah Suci saat Kemenag Sumenep Lantik 5 Kepala KUA
Pemkab Sumenep Tanda Tangani MoU dengan UIN Maliki Malang, Ini Fokus Kerja Samanya
Halo Warga Madura! Besok Malam Festival Karaoke Dangdut Madura Open 2026 Resmi Dimulai
Melalui Polantas Menyapa, Satlantas Sumenep Dorong Pemanfaatan Aplikasi JRku dan Tertib Berlalu Lintas

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:09 WIB

KBS Sumenep Salurkan 55 Nasi Bungturat, Tebar Kepedulian dan Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan

Jumat, 5 Juni 2026 - 03:29 WIB

Buka Akses Pendidikan di Balik Jeruji, Rutan Sumenep Gelar Program Kesetaraan bagi Warga Binaan

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:09 WIB

UPT PPD Sumenep Gelar Rakor Penghapusan Data Kendaraan Plat Merah, Perkuat Tata Kelola Aset Daerah

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:23 WIB

DPC PERADI Madura Raya: Polemik Putusan Pengadilan Tidak Goyahkan Soliditas Organisasi

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:33 WIB

Sedang Berhaji, Satu Pejabat Ikuti Pelantikan dari Tanah Suci saat Kemenag Sumenep Lantik 5 Kepala KUA

Berita Terbaru