JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar terus ditunjukkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. Melalui Bidang Sekolah Dasar, instansi ini mengirimkan empat utusan terbaiknya untuk mengikuti Workshop Peningkatan Mutu Sekolah Dasar yang diselenggarakan oleh Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BPPMP) Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti oleh para pemangku kepentingan pendidikan dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Dari Sumenep, empat peserta terpilih terdiri atas dua kepala sekolah dan dua pengawas SD, yaitu:
- Nurut Taufik, S.Pd., MM – Pengawas SD Kecamatan Manding
- Hidayah, S.Pd., M.Pd. – Pengawas SD Kecamatan Manding
- Karim, M.Pd. – Kepala SDN Nyapar I Dasuk sekaligus Ketua K3S Kabupaten Sumenep
- Mohammad Imam, S.Pd., M.Pd. – Kepala SDN Gunung Kembar I, Kecamatan Manding
Workshop ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat kapasitas kepala sekolah dan pengawas sebagai agen perubahan dalam mewujudkan pendidikan dasar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, sesuai arah kebijakan terbaru Kementerian Pendidikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Workshop ini sangat penting untuk memperbarui wawasan kami sebagai pengawas, terutama dalam memahami arah kebijakan peningkatan mutu pendidikan dasar secara nasional. Harapannya, ilmu yang kami peroleh bisa langsung diimplementasikan saat mendampingi sekolah-sekolah di wilayah binaan kami,” ujar Nurut Taufik, Jumat (25/07/2025).
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pengawas dan kepala sekolah sebagai kunci sukses pembinaan berkelanjutan terhadap satuan pendidikan.

“Kami datang sebagai tim yang saling melengkapi. Kepala sekolah membawa perspektif pelaksana lapangan, sementara pengawas mengarahkan pembinaan dan supervisi. Pendekatan kolaboratif seperti ini harus terus diperkuat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SDN Gunung Kembar Kecamatan Manding, Mohammad Imam, S.Pd., M.Pd., menambahkan bahwa workshop ini juga bertujuan untuk mengimplementasikan Standar Nasional Pendidikan (SNP) sebagai upaya konkret meningkatkan mutu satuan pendidikan dasar secara menyeluruh.
“Kami mendapat penguatan bagaimana SNP bisa diintegrasikan dalam praktik sehari-hari di sekolah, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembelajaran. Ini penting agar mutu pendidikan tidak hanya memenuhi standar, tetapi juga berdampak langsung bagi peserta didik,” ujar Imam yang juga Alumni SMAN 1 Sumenep 93.
Workshop ini juga menjadi forum strategis untuk menyelaraskan pemahaman antar pemangku kepentingan pendidikan daerah terhadap kebijakan pusat, serta memperkuat jejaring antar daerah guna mendorong inovasi pembelajaran. Selain itu, kegiatan ini membuka ruang reflektif atas berbagai tantangan yang dihadapi satuan pendidikan dalam meningkatkan mutu layanan pembelajaran terutama di wilayah dengan karakteristik geografis seperti Sumenep.
Dengan mengirimkan empat perwakilan ini, Dinas Pendidikan Sumenep menegaskan komitmennya dalam membangun sistem pendidikan dasar yang tidak hanya merespons tuntutan administratif, tetapi juga berorientasi pada kualitas, keberlanjutan, dan pemerataan layanan pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Sumenep.
“Kami siap membawa semangat perubahan dan pembaruan ini kembali ke daerah, demi memastikan bahwa setiap satuan pendidikan di Sumenep mampu berkembang dan memberi layanan terbaik bagi peserta didik,” pungkas Mohammad Imam. (REDJAVA****)









