Emas dan Listrik Picu Inflasi Sumenep 6,37%, Tertinggi di Jawa Timur

Rabu, 4 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPS Sumenep, Handoyo Wijoyo, SST,

Kepala BPS Sumenep, Handoyo Wijoyo, SST,

JAVANETWORK CO.ID.SUMENEP –  Alarm kenaikan harga mulai berbunyi di ujung timur Pulau Madura. Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, Kabupaten Sumenep mencatat inflasi tertinggi di Jawa Timur pada Februari 2026.

Data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur menunjukkan inflasi tahunan (year on year/yoy) Sumenep menembus 6,37% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,44.

Angka ini jauh di atas inflasi Jawa Timur yang berada di level 4,88% dan nasional 4,76%.

Kepala BPS Sumenep, Handoyo Wijoyo, SST, mengungkapkan tekanan harga terbesar justru datang dari kelompok yang tak selalu berkaitan langsung dengan kebutuhan pokok harian.

“Komoditas emas perhiasan dan tarif listrik non-subsidi menjadi dua penyumbang terbesar inflasi tahunan di Sumenep,” jelasnya, Selasa (3/3/2026).

Secara rinci, emas perhiasan menyumbang andil 2,53%, disusul tarif listrik 1,76%, dan beras 0,33%.

Baca Juga :  Dandim 0827/Sumenep Hadiri Pelantikan GP Ansor: Dorong Sinergi Kebangsaan dan Ketahanan Pangan

Sementara secara kelompok, Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya memberi kontribusi 2,62%, Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah Tangga 1,91%, serta Makanan, Minuman dan Tembakau 1,53%.

Tak hanya secara tahunan, tekanan harga juga terasa dalam jangka pendek. Inflasi bulanan (month to month/mtm) Februari 2026 tercatat 1,08%, naik 0,34% dibanding Januari.

Baca Juga :  TK Kartika IV-87 Bagikan Zakat untuk Warga Tak Mampu di Sumenep

Bahkan, tren ini lebih tinggi dibanding periode yang sama dalam tiga tahun terakhir.

Pemicunya mulai bergeser ke komoditas pangan. Cabai rawit menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan dengan andil 0,25%, diikuti daging ayam ras 0,12%, dan sigaret kretek mesin 0,06%.

Menurut Handoyo, kenaikan harga cabai rawit diduga akibat serangan hama serta lonjakan permintaan menjelang Ramadan yang tak diimbangi ketersediaan pasokan.

“Indikasinya karena hama dan peningkatan permintaan menjelang Ramadan. Pasokan tidak sebanding dengan kebutuhan,” pungkasnya.

Meski angka inflasi terlihat tinggi, BPS menilai dampaknya terhadap daya beli masyarakat perlu dilihat secara proporsional.

Baca Juga :  Tingkatkan Ketahanan Individu Santri Nasyrul Ulum Aeng Dake, Mahasiswa KKNT UTM Gelar Psikoedukasi dan FGD

Karena emas perhiasan menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan, efeknya tidak langsung dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Berbeda halnya jika lonjakan tertinggi terjadi pada beras atau bahan pokok utama lainnya.

Namun demikian, dengan posisi inflasi yang melampaui rata-rata provinsi dan nasional, perhatian publik kini tertuju pada langkah pengendalian harga menjelang Ramadan  momentum di mana konsumsi rumah tangga biasanya meningkat signifikan.

Hingga berita ini diturunkan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumenep belum memberikan pernyataan resmi terkait strategi stabilisasi harga yang akan ditempuh. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers
Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup
HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini
Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep
Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM
Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79
Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Desa Gunggung, Ini Hasil Penyelidikan Awal Polisi

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:31 WIB

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:29 WIB

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:12 WIB

HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:41 WIB

Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:31 WIB

Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Berita Terbaru