JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Generasi muda tak boleh hanya menjadi penonton dalam proses kebijakan publik, melainkan harus hadir sebagai aktor intelektual yang berani berpikir kritis, menyuarakan gagasan, dan membangun jejaring yang produktif.
Pesan itu disampaikan Dr. Naghfir, S.H., S.H.M.Kn., CPM., CH., C.Ht. saat menjadi narasumber utama dalam Seminar Komunikasi Kebijakan Publik bertema “Jejaring Cerdas dan Dialog Kebijakan” di Graha Sumekkar, Minggu (2/11/2025).
Acara bergengsi yang digelar oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (DPM FISIP) Universitas Wiraraja itu diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai jurusan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tujuannya, membangun kesadaran baru tentang pentingnya komunikasi kebijakan publik di era digital yang serba cepat.
Dalam paparannya, Dr. Naghfir menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dan masyarakat dalam merumuskan arah kebijakan publik.
“Mahasiswa bukan sekadar objek kebijakan, tapi harus tampil sebagai aktor intelektual yang mampu memberi warna pada proses kebijakan publik,” ujar Dr. Naghfir penuh penekanan.
Ia menambahkan, di tengah derasnya arus informasi, mahasiswa harus memiliki kemampuan membaca situasi kebijakan dengan pendekatan ilmiah dan jejaring kolaboratif.
“Dialog kebijakan tidak lahir dari debat kusir, tetapi dari ruang diskusi yang produktif dan berbasis data. Itulah mengapa jejaring yang cerdas menjadi kunci,” tegasnya.
Lebih lanjut, akademisi yang dikenal aktif dalam berbagai forum kebijakan nasional ini juga menekankan bahwa keberanian menyampaikan pendapat harus seimbang dengan kedalaman literasi.
“Kalau ingin perubahan kebijakan yang berdampak, mulai dari keberanian menyampaikan ide. Tapi keberanian itu harus didukung oleh literasi, bukan emosi,” pungkasnya.
Selain Dr. Naghfir, seminar ini juga menghadirkan Dr. Mohammad Hidayaturrahman, M.I.Kom., yang menyoroti pentingnya komunikasi strategis dalam membangun kolaborasi kebijakan publik lintas sektor.
Kegiatan yang dibatasi hanya untuk 50 peserta ini memberikan berbagai manfaat, antara lain e-sertifikat, wawasan baru, jejaring profesional, serta konsumsi gratis. Pendaftaran dibuka sejak 21 hingga 30 Oktober 2025 melalui akun resmi @dpm.fisip_unija.
Dengan semangat “Jejaring Cerdas dan Dialog Kebijakan”, DPM FISIP Universitas Wiraraja berharap mahasiswa mampu menempatkan diri bukan hanya sebagai penerima kebijakan, tetapi juga penggerak perubahan yang berorientasi pada kemaslahatan publik. (REDJAVA****)








