JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sumenep terus memperkuat fondasi tata kelola pemerintahan berbasis arsip. Salah satu langkah strategis itu diwujudkan dengan menerima kunjungan Forum Komunitas Masyarakat Sadar Arsip (FKMSA) Universitas Wiraraja (UNIJA) Sumenep, Selasa (13/1/2026).
Kunjungan tersebut menjadi penanda dimulainya program magang kearsipan FKMSA UNIJA di Dispusip Sumenep, yang diarahkan untuk memperkuat peran arsip sebagai instrumen penting dalam mendukung administrasi pemerintahan, perencanaan pembangunan, hingga pelayanan publik yang transparan dan akuntabel.
FKMSA UNIJA diterima langsung oleh Kepala Bidang Pengelolaan, Penyelamatan, dan Autentikasi Arsip Dispusip Sumenep, Roni Agus Rijanto, S.E., M.Si., yang hadir mewakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumenep. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas penguatan tata kelola arsip, khususnya di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan lembaga pendidikan.
Roni menegaskan, arsip bukan sekadar dokumen administratif, melainkan aset strategis yang menentukan kualitas kinerja pemerintah daerah. Keberadaan arsip yang tertata dengan baik menjadi dasar penting dalam proses pengambilan keputusan, penyusunan kebijakan, serta pelayanan publik.

“Arsip adalah memori kolektif pemerintahan. Tanpa arsip yang tertib dan sistematis, kinerja pemerintahan akan kehilangan pijakan yang kuat,” kata Roni kepada media ini usai kegiatan.
Ia mengakui, hingga saat ini masih terdapat sejumlah OPD di Kabupaten Sumenep yang belum optimal dalam penataan dan pengelolaan arsip sesuai ketentuan kearsipan. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu direspons melalui penguatan kapasitas aparatur serta pelibatan aktif masyarakat dalam membangun budaya sadar arsip.
Langkah ini, lanjut Roni, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, yang menegaskan bahwa penyelenggaraan kearsipan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.
“Melalui program magang yang direncanakan berlangsung selama satu bulan, peserta FKMSA UNIJA akan terlibat langsung dalam proses pengelolaan arsip di Dispusip Sumenep selaku Lembaga Kearsipan Daerah (LKD). Fokus utama kegiatan magang ini adalah input data arsip bernilai guna dan bernilai kesejarahan ke dalam sistem kearsipan nasional,” ujarnya.
Adapun target yang ditetapkan cukup signifikan, yakni minimal 200 berkas arsip yang akan diinput ke dalam Simpul Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) sesuai standar dan kaidah kearsipan. Arsip-arsip tersebut selanjutnya diharapkan dapat diakses oleh publik melalui Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) di laman www.jikn.go.id, sebagai wujud konkret keterbukaan informasi publik.
Sementara itu, Koordinator FKMSA Universitas Wiraraja, Kholisin, S.E., menyatakan bahwa program magang ini menjadi ruang pembelajaran penting bagi mahasiswa dan pegiat arsip untuk memahami pengelolaan arsip secara komprehensif, mulai dari proses pengolahan hingga penyajian arsip agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
“Kami berharap magang ini tidak hanya memperkuat kapasitas peserta, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi pengelolaan arsip daerah,” kata Kholisin menambahkan.
Dispusip Kabupaten Sumenep menyambut positif dan mengapresiasi keterlibatan FKMSA Universitas Wiraraja yang berada di bawah pembinaan FKMSA Provinsi Jawa Timur. Kolaborasi ini dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pengelolaan arsip sekaligus menumbuhkan budaya sadar arsip di Kabupaten Sumenep. (REDJAVA/$$$)











