JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – kabupaten ujung timur Pulau Madura, Sumenep kembali mengirimkan sinyal kuat dalam peta promosi pariwisata Jawa Timur.
Melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Sumenep, dua putra-putri terbaik daerah resmi didapuk menjadi delegasi pada ajang bergengsi Pemilihan Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur 2026.
Adalah Ale Hattan Yasar Maulana dan Meiry Dwi Maulidini yang dipercaya mengemban misi besar: membawa wajah pariwisata Sumenep tampil lebih progresif, inovatif, dan berdaya saing di tingkat provinsi.
Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruk Hanafi, S.Sos.,M.Si., menegaskan bahwa penunjukan tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari strategi serius pemerintah daerah dalam memperkuat branding wisata berbasis generasi muda.
“Kami memilih langsung delegasi dari Kacong Cebbing 2025 karena mereka telah melalui proses seleksi yang ketat dan terbukti memiliki kapasitas untuk bersaing di tingkat Jawa Timur. Saat ini, seluruh tahapan administrasi dan persiapan materi terus kami matangkan,” kata Faruk Hanafi, Senin (20/04/2026).
Lebih lanjut, Faruk menekankan bahwa tema besar tahun ini, “Leading Sustainable Future: Youth Innovation for Sustainable Tourism”, menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta.
Menurutnya, duta wisata tidak lagi cukup hanya menampilkan pesona budaya, tetapi harus mampu menawarkan solusi nyata bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan.
“Kami mendorong delegasi Sumenep untuk tampil dengan gagasan inovatif, khususnya dalam mengintegrasikan konsep green tourism, digitalisasi promosi, serta penguatan ekonomi kreatif berbasis lokal,” tambahnya.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Pariwisata Disbudporapar Sumenep, Andrie Zulkarnain, menyebut bahwa pihaknya telah menyiapkan pendampingan intensif bagi kedua delegasi, mulai dari penguatan materi hingga simulasi presentasi.
“Kami tidak ingin hanya sekadar berpartisipasi. Target kami jelas, bagaimana Sumenep bisa tampil menonjol dengan konsep yang kuat dan relevan dengan isu pariwisata masa kini,” jelas Andrie.
Ia juga menambahkan, kekuatan utama Sumenep terletak pada kekayaan budaya dan kearifan lokal yang autentik, yang jika dikemas secara kreatif akan memiliki daya tarik tinggi di mata juri maupun wisatawan.
“Sumenep punya banyak keunggulan, mulai dari warisan budaya, destinasi alam, hingga tradisi lokal yang unik. Tugas kami adalah memastikan semua potensi itu diterjemahkan menjadi narasi promosi yang kuat dan berkelas,” tambahnya.
Sebagai informasi, rangkaian Raka Raki Jawa Timur 2026 telah dimulai sejak technical meeting perdana pada 9 April lalu yang digelar secara daring. Saat ini, Ale dan Meiry tengah fokus pada tahap pemantapan, termasuk penguasaan isu strategis, pengembangan ide inovasi, hingga penguatan karakter sebagai representasi daerah.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, Sumenep optimistis mampu mencuri perhatian di panggung provinsi sekaligus mempertegas posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan di ujung timur Pulau Madura. (REDJAVA****)












