JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Turnamen sepak bola antar kepulauan, Sapudi Cup 2026, diwarnai insiden ketegangan saat pertandingan berlangsung di Lapangan Mercusuar Tarebung, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Pertandingan antara Assabab melawan Bansanex awalnya berjalan lancar dan kompetitif. Namun, meningkatnya tensi di lapangan memicu kesalahpahaman antar pemain yang kemudian berujung pada benturan fisik.
Situasi sempat memanas ketika sejumlah suporter ikut masuk ke dalam lapangan, sehingga suasana pertandingan menjadi tidak terkendali dan harus dihentikan sementara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekretaris PSSI Kabupaten Sumenep, Eko Sulistyo, S.Sos, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak panitia langsung mengambil langkah cepat untuk meredam situasi.
“Kami menyayangkan insiden ini terjadi. Sejak awal kami sudah mengingatkan seluruh tim dan suporter agar menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Eko, Senin (20/04/2026).
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penanganan insiden dilakukan secara serius melalui mekanisme organisasi.
“Kami, PSSI Kabupaten Sumenep melalui Komisi Disiplin, sudah memberikan sanksi tegas kepada pihak yang terlibat. Ini sebagai bentuk komitmen menjaga ketertiban dan kondusivitas turnamen,” tegasnya.
Meski sempat diwarnai ketegangan, pelaksanaan Sapudi Cup 2026 tetap berlanjut. Saat ini, turnamen telah memasuki babak semifinal dengan pengawasan yang lebih ketat.
Panitia berharap seluruh pihak dapat menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran bersama, agar nilai-nilai fair play tetap terjaga dan sepak bola di wilayah kepulauan Sumenep semakin berkembang secara positif. (REDJAVA****)








