JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep melalui Bidang Pariwisata menggelar pembinaan dan sosialisasi kepada para pelaku ekonomi kreatif di sektor kuliner.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Disbudporapar Sumenep pada Selasa (23/9/2025) itu dibuka secara resmi oleh Kepala Disbudporapar Kabupaten Sumenep, H. Moh. Iksan, S.Pd., M.T., dan diikuti oleh puluhan pelaku usaha kuliner dari berbagai kecamatan.
Program ini difokuskan pada pendampingan sertifikasi halal yang diberikan secara gratis. Dengan adanya sertifikasi tersebut, para pelaku usaha kuliner diharapkan memiliki legalitas yang jelas, jaminan kepercayaan dari konsumen, serta peluang memperluas pasar. Sertifikasi halal juga dianggap sebagai salah satu instrumen penting untuk mendorong kemajuan ekonomi kreatif di tingkat lokal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kadisbudporapar melalui Kabid Pariwisata Disbudporapar Sumenep, Andri Zulkarnain, menyampaikan bahwa sertifikasi halal menjadi kebutuhan mendesak bagi pelaku usaha kuliner di tengah ketatnya persaingan usaha. Menurutnya, produk kuliner yang sudah mengantongi sertifikat halal akan lebih mudah diterima oleh masyarakat luas maupun wisatawan yang datang ke Sumenep.

“Dengan adanya sertifikasi halal, pelaku ekonomi kreatif akan lebih percaya diri memasarkan produknya. Kepercayaan konsumen otomatis meningkat, dan hal itu tentu berdampak positif pada pengembangan pariwisata di Kabupaten Sumenep,” ujar Andri.
Ia menambahkan, sektor pariwisata tidak bisa dilepaskan dari keberadaan ekonomi kreatif, khususnya kuliner. Wisatawan yang berkunjung ke Sumenep, kata Andri, bukan hanya ingin menikmati keindahan alam dan budaya, tetapi juga mencari pengalaman kuliner yang khas, aman, dan terjamin kehalalannya.
Menurutnya, pemerintah daerah akan terus berupaya memberikan fasilitasi, pendampingan, dan dukungan penuh kepada para pelaku ekonomi kreatif agar mereka dapat berkembang secara berkelanjutan. Dukungan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan iklim usaha yang sehat serta memperkuat citra Sumenep sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha sangat penting untuk memperkuat citra Sumenep sebagai destinasi wisata yang tidak hanya indah dan kaya budaya, tetapi juga memiliki kuliner khas yang halal, unik, dan berdaya saing,” pungkasnya. (REDJAVA****)








