Dik-Dik Binatang Kerdil

- Redaksi

Minggu, 21 Januari 2024 - 20:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Kebersamaan Antara Ketua APSI Jatim Sulaisi Abdurrazaq dan Aktifis Sumenep Fauzi

Suasana Kebersamaan Antara Ketua APSI Jatim Sulaisi Abdurrazaq dan Aktifis Sumenep Fauzi

Dik-Dik Binatang Kerdil

Oleh : Sulaisi Abdurrazaq

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Selain penjahat, pemeras, penipu, penghisap sabu-sabu, bajingan Dikdik ternyata binatang buas, juga makelar PNS.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Amatilah, bagaimana Pak Sugik diterkam, seperti serigala mencabik domba tua di tengah gulita belantara.

Dikdik lupa, ceceran darah pasti tersisa pada ilalang yang akan terang begitu fajar berpijar.

Penjahat tak pernah menyangka, kilauan cahaya mentari akan bertutur tentang kejahatan itu pada semua orang.

Dikdik, kamu keliru, menghajar Penasehat Hukum Pak Sugik. Ia tak pernah memukulmu, tapi kau serang integritasnya, seolah ia anak kecil dengan dosa tak berampun.

Begitu fiksi “Dikdik Sang Penjahat” menyeringai dunia maya, LP tipu-gelap berseluncur, penjahat merengek-rengek, mencari orang yang senang menulis dongeng.

Ia berharap bisa obati hati yang menyimpan luka, mengemis iba dan belas kasihan teman-temannya. Dikdik seperti terjerat prahara, terjebak perangkap permainan Kang Mus.

Baca Juga :  Kapolri Hadiri Pengukuhan Guru Besar Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, SH, SIK, MSi

Pak Sugik, memang tak banyak bicara, tapi ia menyimpan rahasia siang dan malam. Jika tak bertobat, Dikdik pasti mendapat balasan berlipat ganda.

Dikdik menggigil, dipanggil Polri untuk diperiksa bersama Kang Mus. Nyalinya kerdil. Tak sanggup membendung gelegar dadanya yang dirasuki ketakutan.

Ia tak hadir, tak memberi rasa hormat pada penegakan hukum.

Tak disangka, Dikdik yang telah lama punya mimpi, menyeret Pak Sugik ke balik jeruji, karena menagih duit kembali, ternyata waktu turut menggilasnya.

Padahal, mimpi tak pernah takut pada gelap malam yang kesepian.

Suatu sore, ketika siluet mengiringi mentari ke balik selimut malam, Dikdik terdiam dalam bisu. Ia takut dicampakkan ke ruang tahanan yang paling gulita.

Baca Juga :  Pendekatan Humanis Polisi Warnai Pengamanan Aksi PMII UNIBA Madura

Untuk menghindari panggilan polisi, ia bilang akan berkoordinasi dengan OA tempat ia bernaung. Padahal, penipuan dan/atau penggelapan yang ia lakukan terjadi tahun 2013. Jauh sebelum Dikdik menjadi peng-acara.

Kejahatan Dikdik tak ada korelasi dengan tugas profesi.

Jika dibikin contoh lebih telanjang, apabila ada peng-acara kedapatan menghisap sabu-sabu, untuk menangkapnya, APH tak perlu izin OA. Karena perbuatannya tak berkorelasi dengan tugas profesi.

Dikdik tak buas lagi, ia seperti binatang kerdil yang bersembunyi di balik semak-semak.

Ada cermin di pojok ruang tamu Kang Mus, Dikdik memperhatikan wajahnya, mengingat-ngingat masa lalunya.

Dirinya punya kemampuan berlari yang relatif cepat dan cukup unik, polanya zig-zag.

Dalam suasana temaram, dirinya sadar bahwa tiap kali merasa terancam, selalu membuat suara melalui hidung, seperti menghirup sabu.

Baca Juga :  Sumenep Dihantam Inflasi Tinggi, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo Tidak Cemas

Tapi kok terasa aneh, suara dengan hidung terdengar seperti kata “Dik-Dik”.

Setelah memperhatikan dirinya dalam-dalam depan cermin, dalam keadaan sadar, Dikdik tiba-tiba tertawa, terpingkal-pingkal, seperti orang gila.

Ia tak tahan terbahak-bahak, karena ternyata dirinya sama persis dengan Dik-Dik, binatang kerdil jenis antelop yang pemalu dan suka bersembunyi di semak-semak.

Dik-dik punya dua tanduk dan dua telinga runcing, empat kuku, hidung panjang, dan mata cokelat yang besar.

Dik-Dik menggunakan hidung lebih dari sekedar indera penciuman, tapi juga untuk mengambil sesuatu atau tumbuhan ketika makan.

Kalau sedang terancam, hidungnya berbunyi: “Dik-Dik”.

Tak ku sangka, itulah Dikdik yang sesungguhnya. Gagal buas (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU