Diduga Manajemen Pemerintahan Buruk, Tiga Tahun Lampung Selatan Alami SILPA

Senin, 13 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum YLBH Kalianda Husni Piliang

Ketua Umum YLBH Kalianda Husni Piliang

JAVANETWORK.CO.ID.LAMPUNG – Tidak maksimalnya serapan anggaran APBD Kabupaten Lampung Selatan selama tiga tahun terhitung mulai dari 2019-2021 yang menyebabkan terjadinya SilPA menjadi sorotan berbagai pihak diantaranya beberapa Fraksi di DPRD, politisi,tokoh, aktifis sampai praktisi hukum.

Menanggapi serapan anggaran kabupaten Lampung Selatan yang tidak maksimal sehingga mengakibatkan SilPA selama tiga Tahun, Husni Piliang Ketua umum YLBH Kalianda saat disaat disambangi di Posko Djoeang YLBH Kalianda mengatakan, Penyebab terjadinya Silpa di Kabupaten yang berjuluk Khagom Mufakat tersebut, diduga akibat buruknya manajemen pemerintahan yang meliputi aspek planning, coordinating, directing, implementing, controlling dan evaluating.

” Saya duga penyebab SilPA akibat buruknya manajemen pemerintahan sehingga penyerapan anggaran tidak maksimal,” ujar Husni

Menurut Pentolan YLBH Kalianda tersebut, apabila manajemen pemerintahan diterapkan secara tepat, maka pucuk pimpinan pemerintahan akan mendapat feedback berupa pemahaman untuk mengoptimalkan kinerjanya di tahun mendatang agar tidak terjadi lagi SilPA.

Husni juga menilai pengesahan APBD seharusnya juga tidak mengakibatkan SiLPA, terjadinya SiLPA menyiratkan adanya hak-hak masyarakat atas pelayanan publik yang tidak terpenuhi.

“APBD Lampung Selatan adalah dana publik yang dikelola oleh Pemerintah Lampung Selatan. Semestinya semua dana dalam APBD diserap habis untuk kepentingan pembangunan guna kesejahteraan masyarakat Lampung Selatan. Sehingga, apabila dana yang sudah dianggarkan tersebut tidak digunakan secara implementatif berarti target capaian pembangunan untuk mempercepat kesejahteraan rakyat menjadi tertunda,” Pungkasnya.

Adanya SILPA merupakan indikasi adanya hambatan pemenuhan pelayanan publik, baik berupa pemenuhan barang publik, jasa publik, maupun administrasi publik. Masyarakat berharap agar dana APBD terserap secara maksimal sehingga masyarakat bisa merasakan manfaatnya. (REDJAVA/TIM PPI)

Berita Terkait

PMI Nonprosedural Asal Kepulauan Sumenep Dipulangkan dari Malaysia, Disnaker Beri Pendampingan Intensif
Samsat Keliling Menarik Minat Warga Raas, Satlantas Sumenep Perkuat Edukasi Pajak
Momentum Hardiknas, PBSI Sumenep Gelar Turnamen Bulutangkis Multikategori dengan Hadiah Besar
Gowes Bareng ASN, Kepala Rutan Sumenep Tekankan Soliditas dan Pola Hidup Sehat
Kolaborasi Terminal Arya Wiraraja–Bungurasih Selamatkan Anak Hilang Asal Sumenep yang Hendak Kabur ke Bojonegoro
IGI Sumenep Gelar Lomba Hardiknas 2026, Dorong Kreativitas dan Penguatan Karakter Siswa Lewat Edukasi Anti-Bullying
Jumat Berkah Tanpa Henti, KBS Sumenep Bagikan 80 Nasi Bungturat di Simpang Polres
BAZNAS Sumenep Salurkan Bantuan RTLH di Nyabakan, Warga Tersenyum Haru

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 20:39 WIB

PMI Nonprosedural Asal Kepulauan Sumenep Dipulangkan dari Malaysia, Disnaker Beri Pendampingan Intensif

Sabtu, 11 April 2026 - 19:15 WIB

Samsat Keliling Menarik Minat Warga Raas, Satlantas Sumenep Perkuat Edukasi Pajak

Sabtu, 11 April 2026 - 16:58 WIB

Momentum Hardiknas, PBSI Sumenep Gelar Turnamen Bulutangkis Multikategori dengan Hadiah Besar

Sabtu, 11 April 2026 - 15:39 WIB

Gowes Bareng ASN, Kepala Rutan Sumenep Tekankan Soliditas dan Pola Hidup Sehat

Sabtu, 11 April 2026 - 08:22 WIB

Kolaborasi Terminal Arya Wiraraja–Bungurasih Selamatkan Anak Hilang Asal Sumenep yang Hendak Kabur ke Bojonegoro

Berita Terbaru