JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di simpang tiga Mapolres Sumenep, Jumat (13/2), di suasana pagi tak menyurutkan langkah sekelompok relawan dari Komunitas Kita Berbagi Sosial (KBS). Di tengah lalu lalang kendaraan dan hiruk pikuk kota, mereka berdiri membawa kantong-kantong nasi bungkus 135 paket yang disiapkan dengan satu niat sederhana: berbagi.
Para pengendara ojek, tukang becak, pemulung, hingga warga yang melintas menjadi penerima manfaat aksi bertajuk Bungtura (Bungkus Tujuan Akhirat) tersebut. Tak ada panggung megah, tak ada seremoni panjang. Hanya senyum, sapaan hangat, dan tangan-tangan yang saling menguatkan.
Ketua KBS Sumenep, Akhmad Sahruddin, SH, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar rutinitas berbagi makanan, melainkan bagian dari komitmen moral komunitas untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.
“Kami ingin memastikan bahwa di tengah kesibukan kota, masih ada ruang untuk peduli. Mungkin bagi sebagian orang 135 nasi bungkus ini terlihat sederhana, tetapi bagi mereka yang belum tentu bisa makan hari ini, ini sangat berarti,” kata Akhmad Sahruddin disela kegiatan.
Aksi berbagi ini menjadi oase kecil di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan sebagian masyarakat. Beberapa penerima bantuan tampak menundukkan kepala sambil mengucap terima kasih. Ada yang langsung menyantapnya di pinggir jalan, ada pula yang membawanya pulang untuk keluarga.
Menurut Akhmad, nama Bungtura dipilih bukan tanpa makna. Ia menegaskan, setiap langkah kecil yang dilakukan dengan niat tulus diyakini memiliki nilai yang jauh melampaui materi.
“Kami menyebutnya tujuan akhirat karena kami percaya setiap kebaikan, sekecil apa pun, jika dilakukan dengan ikhlas, akan menjadi bekal yang tidak pernah sia-sia,” tambahnya.
Di tengah dinamika sosial yang terus berubah, KBS berupaya konsisten menghadirkan aksi nyata. Bagi mereka, berbagi bukan soal jumlah, melainkan keberlanjutan dan kepedulian.
“Kegiatan ini adalah pengingat bahwa kita punya tanggung jawab sosial. Kita tidak bisa berjalan sendiri. Ketika ada yang kesulitan, di situlah kita diuji untuk hadir,” tegas Akhmad Sahruddin.
KBS juga membuka ruang kolaborasi bagi masyarakat yang ingin terlibat. Komunitas ini berharap gerakan kecil yang dimulai dari simpang jalan itu dapat menular dan tumbuh menjadi solidaritas yang lebih luas.
“Kami membuka pintu bagi siapa saja yang ingin bergabung dan berdonasi. Mari bersama-sama kita kuatkan solidaritas sosial di Sumenep. Karena sejatinya, kekuatan sebuah daerah terletak pada kepedulian warganya,” pungkasnya.
Aksi berbagi nasi bungkus itu mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun bagi sebagian orang, ia meninggalkan rasa yang lebih lama dari sekadar kenyang rasa bahwa di tengah kerasnya hidup, masih ada tangan-tangan yang rela berbagi tanpa pamrih.











