JAVANETWORK.CO.ID.JAKARTA – Diacara puncak rapat Kordinator Nasional para Wartawan Se-Indonesia yang akan berlangsung dari tanggal 18 sampai 20 Agustus 2022, Ketua Umum Fast Respon Nusantara (FRN) Agus Flores tegaskan bahwa penyebab kerugian negara terbesar adalah Didunia Pertambangan utamanya Pertambangan Tanpa Izin (PETI).
Dari dua tahun lalu, Saya sudah sampaikan ke Presiden Jokowi, sebelum saya memfokuskan penekanan PETI agar ditutup oleh aparat penegak hukum (APH) bahwa tingkat kebocoran Pajak Dan BBM Subsidi di PETI,” tegasnya pada awak Media Kamis (04/08/2022).
Penyebabnya menurut Agus, banyak oknum APH terlibat pada Pertambangan Ilegal tersebut, sehingga wajar jika Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa dan Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Tegaskan, jika ada Anggotanya terlibat dalam kegiatan aktivitas PETI, maka mereka akan pangkas pecat tidak terhormat anggotanya.
Aguspun mengatakan pula, tingkat oknum APH terlibat di PETI bukan rahasia umum lagi, sehingga dirinya meminta pengurus FRN se-Indonesia wajib mendata oknum APH yang terlibat di PETI.
” Rata-rata PETI di Indonesia seperti itu, yang mengakibatkan para pelaku PETI malas mengurus Izin Tambang, karena ada oknum APH dibelakang mereka,” tegas Pengacara ini. (REDJAVA/FRN****)










