Berbeda dari yang Lain, Komunitas Musik Pantura Sumenep Sambut Tahun Baru 2026 dengan Renungan

Rabu, 31 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berbeda dari yang Lain, Komunitas Musik Pantura Sumenep Sambut Tahun Baru 2026 dengan Renungan

Berbeda dari yang Lain, Komunitas Musik Pantura Sumenep Sambut Tahun Baru 2026 dengan Renungan

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Saat sebagian orang larut dalam gemerlap dan hingar-bingar perayaan malam tahun baru, sebuah komunitas musik di ujung timur Madura justru memilih jalan sunyi: doa, renungan, dan muhasabah.

Di Café Cahaya, Pangarangan, Kabupaten Sumenep, Komunitas Bintang Pantura Musik mengakhiri Tahun 2025 dengan cara yang tidak lazim namun sarat makna. Tanpa pesta kembang api, tanpa sorak sorai, mereka menyambut Tahun Baru 2026 dengan renungan malam dan doa bersama, sebuah pesan kuat bahwa seni dan spiritualitas dapat berjalan beriringan.

Mengusung tema “Renungan Malam Tahun Baru 2026: Bintang Pantura Musik Bersama Anggota”, kegiatan ini menjadi ruang refleksi kolektif bagi para pelaku seni pantura yang selama ini identik dengan panggung hiburan. Malam pergantian tahun dimaknai sebagai titik jeda untuk berhenti sejenak, menunduk, dan menata ulang niat hidup.

Baca Juga :  Menteri PANRB : Rekrutmen CASN 2023 Akan Dibuka untuk Umum

Pimpinan Komunitas Bintang Pantura Musik, H. Syaifudin, S.H., M.H., menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, pergantian tahun adalah momentum penting untuk evaluasi diri, bukan sekadar selebrasi.

“Kami ingin mengajak anggota dan masyarakat memahami bahwa tahun baru bukan tentang keramaian semata, tetapi tentang keberanian untuk bercermin. Apa yang sudah kita perbuat, dan ke mana arah kita melangkah ke depan,” ujar H. Syaifudin dalam sambutannya.

Suasana khidmat menyelimuti acara. Lantunan doa dan tausiyah singkat mengalir tenang, menggantikan dentuman musik yang biasanya mengiringi malam tahun baru. Detik-detik pergantian tahun dilalui dengan tangan terangkat dan kepala tertunduk, memanjatkan harapan agar tahun yang datang membawa keberkahan.

Baca Juga :  Anggarkan Pembelian Hand Traktor 2024, Kadis DKPP Sumenep : Tingkatkan Produksi Pangan

Bagi H. Syaifudin, pilihan ini sekaligus menjadi pesan moral bahwa dunia hiburan tidak harus identik dengan hura-hura. Justru, menurutnya, pelaku seni memiliki tanggung jawab sosial untuk memberi contoh yang baik.

“Musik adalah sarana, bukan tujuan. Jika seni bisa menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan memperkuat persaudaraan, maka itulah makna hiburan yang sesungguhnya,” tegasnya.

Kebersamaan antaranggota terlihat kuat sepanjang acara. Tidak ada sekat, tidak ada hierarki. Semua larut dalam suasana kekeluargaan yang hangat, mencerminkan soliditas komunitas yang dibangun bukan hanya oleh irama musik, tetapi juga oleh nilai kebersamaan dan spiritualitas.

Baca Juga :  Karutan Sumenep Hadiri Pemusnahan Barang Bukti di Kejari, Tegaskan Komitmen Sinergi Penegak Hukum

Melalui renungan malam tahun baru ini, Komunitas Bintang Pantura Musik berharap dapat menginspirasi masyarakat Sumenep agar lebih bijak memaknai pergantian tahun. Bahwa di tengah arus budaya konsumtif dan euforia sesaat, masih ada ruang untuk kegiatan yang bermartabat, menenangkan batin, dan bernilai ibadah. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Ketua Persit Yonif TP 931 Pimpin Panen Raya, Perkuat Ketahanan Pangan dan Kemandirian Keluarga Prajurit di Sumenep
125 Tahun Bung Karno, H. Hosnan: Jangan Takut Bermimpi dan Berjuang untuk Indonesia
Direktur Naghfir’s Institute Hadiri Gathering Mitra Kerja Bank Jatim, Dorong Kolaborasi dan Sinergi Berkelanjutan
Rekrutmen Anggota Polri 2026 di Sumenep Masuki Tahap Krusial, Peserta Lolos Rikkes II Ditetapkan
Nelayan Masalembu Hilang Kontak Akhirnya Ditemukan Selamat, Solidaritas Nelayan Jadi Kunci Keberhasilan Pencarian
Festival Dangdut Madura Open Bupati Cup 2026 Resmi Bergulir, Jadi Panggung Bakat dan Penggerak UMKM Pasar Bangkal
Puluhan Prajurit Yonif 931/JKT Bersama DLH Sumenep Bersihkan Jalan Pahlawan, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan
Nelayan Asal Masalembu Hilang Kontak di Laut Jawa, Pencarian Masih Berlangsung

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:47 WIB

Ketua Persit Yonif TP 931 Pimpin Panen Raya, Perkuat Ketahanan Pangan dan Kemandirian Keluarga Prajurit di Sumenep

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:13 WIB

125 Tahun Bung Karno, H. Hosnan: Jangan Takut Bermimpi dan Berjuang untuk Indonesia

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:52 WIB

Direktur Naghfir’s Institute Hadiri Gathering Mitra Kerja Bank Jatim, Dorong Kolaborasi dan Sinergi Berkelanjutan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:00 WIB

Rekrutmen Anggota Polri 2026 di Sumenep Masuki Tahap Krusial, Peserta Lolos Rikkes II Ditetapkan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 07:16 WIB

Nelayan Masalembu Hilang Kontak Akhirnya Ditemukan Selamat, Solidaritas Nelayan Jadi Kunci Keberhasilan Pencarian

Berita Terbaru