JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Saat sebagian orang larut dalam gemerlap dan hingar-bingar perayaan malam tahun baru, sebuah komunitas musik di ujung timur Madura justru memilih jalan sunyi: doa, renungan, dan muhasabah.
Di Café Cahaya, Pangarangan, Kabupaten Sumenep, Komunitas Bintang Pantura Musik mengakhiri Tahun 2025 dengan cara yang tidak lazim namun sarat makna. Tanpa pesta kembang api, tanpa sorak sorai, mereka menyambut Tahun Baru 2026 dengan renungan malam dan doa bersama, sebuah pesan kuat bahwa seni dan spiritualitas dapat berjalan beriringan.
Mengusung tema “Renungan Malam Tahun Baru 2026: Bintang Pantura Musik Bersama Anggota”, kegiatan ini menjadi ruang refleksi kolektif bagi para pelaku seni pantura yang selama ini identik dengan panggung hiburan. Malam pergantian tahun dimaknai sebagai titik jeda untuk berhenti sejenak, menunduk, dan menata ulang niat hidup.
Pimpinan Komunitas Bintang Pantura Musik, H. Syaifudin, S.H., M.H., menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, pergantian tahun adalah momentum penting untuk evaluasi diri, bukan sekadar selebrasi.
“Kami ingin mengajak anggota dan masyarakat memahami bahwa tahun baru bukan tentang keramaian semata, tetapi tentang keberanian untuk bercermin. Apa yang sudah kita perbuat, dan ke mana arah kita melangkah ke depan,” ujar H. Syaifudin dalam sambutannya.
Suasana khidmat menyelimuti acara. Lantunan doa dan tausiyah singkat mengalir tenang, menggantikan dentuman musik yang biasanya mengiringi malam tahun baru. Detik-detik pergantian tahun dilalui dengan tangan terangkat dan kepala tertunduk, memanjatkan harapan agar tahun yang datang membawa keberkahan.
Bagi H. Syaifudin, pilihan ini sekaligus menjadi pesan moral bahwa dunia hiburan tidak harus identik dengan hura-hura. Justru, menurutnya, pelaku seni memiliki tanggung jawab sosial untuk memberi contoh yang baik.
“Musik adalah sarana, bukan tujuan. Jika seni bisa menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan memperkuat persaudaraan, maka itulah makna hiburan yang sesungguhnya,” tegasnya.
Kebersamaan antaranggota terlihat kuat sepanjang acara. Tidak ada sekat, tidak ada hierarki. Semua larut dalam suasana kekeluargaan yang hangat, mencerminkan soliditas komunitas yang dibangun bukan hanya oleh irama musik, tetapi juga oleh nilai kebersamaan dan spiritualitas.
Melalui renungan malam tahun baru ini, Komunitas Bintang Pantura Musik berharap dapat menginspirasi masyarakat Sumenep agar lebih bijak memaknai pergantian tahun. Bahwa di tengah arus budaya konsumtif dan euforia sesaat, masih ada ruang untuk kegiatan yang bermartabat, menenangkan batin, dan bernilai ibadah. (REDJAVA****)












