JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kepastian menggembirakan datang bagi calon jemaah haji cadangan asal Kabupaten Sumenep. Setelah sempat menunggu, seluruh jemaah cadangan kini dipastikan berangkat pada musim haji 2026 karena telah resmi memperoleh kelompok terbang (kloter).
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sumenep, Ahmad Halimy, menyampaikan bahwa sebanyak 13 jemaah cadangan telah naik status menjadi jemaah reguler.
“Alhamdulillah, seluruh jemaah cadangan yang sudah naik ke reguler kini sudah mendapatkan kloter,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan, dari jumlah tersebut, dua jemaah akan diberangkatkan melalui kloter 77, sementara 11 jemaah lainnya masuk dalam kloter 81.
“Dua jemaah masuk kloter 77, sedangkan sebelas lainnya bergabung di kloter 81,” jelasnya.
Menurut Halimy, sejak awal pihaknya terus melakukan berbagai langkah agar jemaah cadangan tetap bisa berangkat bersama rombongan dari Sumenep. Namun, ia juga mengingatkan bahwa fleksibilitas tetap diperlukan mengingat keterbatasan kuota.
“Kami berusaha agar mereka tetap bersama jemaah Sumenep, tetapi jika memang tidak memungkinkan, mereka harus siap bergabung dengan kloter dari daerah lain,” tegasnya.
Lebih lanjut, Halimy mengungkapkan bahwa keberangkatan jemaah cadangan tidak lepas dari adanya perubahan data dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Tercatat, sebanyak 15 calon jemaah haji asal Sumenep dipastikan batal berangkat.
Dari jumlah tersebut, lima orang meninggal dunia, sedangkan sepuluh lainnya membatalkan keberangkatan karena berbagai alasan, mulai dari kondisi kesehatan, faktor pendamping, hingga pertimbangan pribadi.
“Yang meninggal dunia ada lima orang, sementara lainnya batal karena beberapa faktor, termasuk sakit dan pendamping yang tidak bisa berangkat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, faktor pendamping menjadi salah satu penyebab dominan dalam pembatalan keberangkatan. Dalam sejumlah kasus, ketika jemaah utama tidak dapat berangkat atau meninggal dunia, maka pendampingnya juga otomatis batal.
“Banyak yang batal karena faktor pendampingan. Misalnya, yang didampingi meninggal, maka pendamping juga tidak jadi berangkat,” katanya.
Selain itu, terdapat pula jemaah yang membatalkan keberangkatan karena kondisi kesehatan maupun situasi keluarga, termasuk pasangan yang meninggal dunia.
Dengan seluruh jemaah kini telah mendapatkan kepastian keberangkatan, pihaknya mengimbau agar para calon jemaah segera mempersiapkan diri secara maksimal.
“Kami berharap jemaah yang berangkat bisa menjaga kondisi fisik dan memperdalam manasik, agar pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar,” pungkas Halimy.
Keberangkatan jemaah haji Kabupaten Sumenep sendiri dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026, sehingga seluruh calon jemaah diharapkan tetap menjaga kesehatan serta kesiapan mental dan spiritual. (REDJAVA****)










