JAVANETWORK.CO.ID.SURABAYA – Malam di Dyandra Convention Hall, Surabaya, Jumat (31/10/2025), menjadi saksi megah perjalanan panjang PT Garam. Perusahaan pelat merah yang telah 80 tahun hadir untuk negeri itu menggelar Gala Dinner dan Selebrasi Puncak HUT ke-80, mengusung tema sarat makna: “Menuju Indonesia Emas dengan Swasembada Garam.”
Acara tersebut dihadiri tokoh-tokoh penting nasional, di antaranya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri Koperasi dan UMKM Helvi Moraza, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, jajaran Direksi Holding Pangan ID FOOD, Komisaris Utama PT Garam Tb. Haeru Rahayu, serta Direktur Utama PT Garam Abraham Mose bersama jajaran direksi. Hadir pula para mantan pimpinan, pejabat daerah, hingga mitra strategis industri garam nasional.
Perayaan dimulai dengan suasana penuh khidmat pembacaan doa, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars PT Garam, hingga pemutaran video dokumenter bertajuk “80 Tahun PT Garam Mengabdi untuk Negeri.”
Ruang hall berubah menjadi panggung kebanggaan. Tepuk tangan menggema saat para tamu kehormatan menekan tombol simbolik secara bersamaan tanda sinergi dan komitmen bersama membangun kemandirian garam Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan kekaguman sekaligus refleksi mendalam atas perjalanan panjang PT Garam yang telah menembus lintas zaman sejak era kolonial.
“Delapan puluh tahun bukan waktu yang singkat. PT Garam telah melewati berbagai zaman, tapi kini saatnya melakukan lompatan besar,” ujarnya penuh semangat.
Trenggono menegaskan bahwa pemerintah hadir secara penuh untuk memperkuat industri garam nasional yang selama ini menjadi penopang sektor kelautan dan ketahanan pangan.
“Saya sudah laporkan kepada Bapak Presiden Prabowo, dan beliau mendukung penuh langkah menuju swasembada garam,” katanya.
Ia optimistis, dalam waktu dua tahun Indonesia mampu mandiri di bidang garam.
“Kalau India bisa, Cina bisa, kenapa Indonesia tidak? PT Garam harus berani berubah dan berlari lebih cepat,” tegasnya.
Menurutnya, momentum usia 80 tahun PT Garam harus menjadi titik balik kebangkitan industri garam dalam negeri.
“Perjuangan sejarah PT Garam harus dilanjutkan. Ini saatnya bangsa kita membuktikan bahwa kita mampu memenuhi kebutuhan garam sendiri,” tandas Trenggono.
Sementara itu, Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose, tak dapat menyembunyikan rasa harunya. Dalam pidatonya, ia menyebut 80 tahun perjalanan PT Garam sebagai wujud nyata pengabdian dan ketekunan ribuan insan yang bekerja untuk negeri.
“Delapan puluh tahun bukan waktu yang sebentar. Ini catatan panjang pengabdian para petambak garam, tenaga operasional, dan para pemimpin yang silih berganti menjaga keberlanjutan perusahaan,” ujarnya.
Abraham juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pimpinan terdahulu.
“Fondasi kuat yang mereka bangun adalah modal besar bagi kami untuk melangkah menuju kemandirian garam nasional,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Abraham Mose memaparkan empat strategi besar transformasi PT Garam menuju Indonesia Emas, yang dirancang untuk membawa industri garam nasional ke level global:
- Intensifikasi dan Modernisasi Produksi
Melalui digitalisasi tambak, mekanisasi proses, serta pembangunan Pabrik Segoromadu 2 dengan kapasitas 80 ribu ton per tahun guna memperkuat pasokan garam industri. - Ekstensifikasi dan Optimalisasi Aset
Optimalisasi lahan di Bipolo (NTT) dan pembukaan lahan baru di Rote Ndao seluas 13 ribu hektare yang bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, dengan target produksi nasional mencapai 5 juta ton pada 2027. - Aliansi Strategis dan Hilirisasi Produk Turunan
Penerapan teknologi Mechanical Vapor Recompression (MVR) di Manyar, Gresik, untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas, serta pengembangan produk garam untuk sektor farmasi, kosmetik, dan industri kimia. - Pemberdayaan Petambak dan Koperasi
Kolaborasi dengan Koperasi Merah Putih untuk memperkuat kapasitas petambak melalui pelatihan, akses pembiayaan, dan pendampingan manajerial.
“Transformasi ini bukan sekadar janji, tapi gerak nyata agar garam Indonesia mandiri, berkualitas dunia, dan berdaya saing global,” tegas Abraham Mose disambut tepuk tangan hadirin.
Malam perayaan HUT ke-80 juga menjadi ajang apresiasi bagi insan-insan terbaik PT Garam. Perusahaan memberikan sejumlah penghargaan, di antaranya:
- Produksi Garam Bahan Baku Terbaik
- Utilisasi Pabrik Terbaik
- Best Sales Growth of The Year
- Best Sales Role Model of The Year
- Best Inspiration Sales of The Year
- Lomba 5R HUT ke-80
- Karyawan Berpengabdian 20 Tahun Lebih
Penghargaan khusus juga diberikan kepada tiga pensiunan yang telah mendedikasikan lebih dari dua dekade hidupnya untuk PT Garam, yaitu Salehman, Abdul Latib, dan Slamet Riadi.
Rangkaian malam istimewa itu ditutup dengan penampilan seni tradisional Nusantara dan pembacaan puisi “Garam untuk Negeri” yang membuat suasana haru menyelimuti ruangan.
Delapan puluh tahun PT Garam bukan sekadar perayaan usia, melainkan momentum refleksi dan kebangkitan baru. Dari butiran garam, perusahaan ini meneguhkan tekad untuk terus menguatkan ketahanan pangan bangsa.
Dengan semangat AKHLAK, inovasi tanpa henti, serta kolaborasi lintas sektor, PT Garam siap melangkah ke babak baru menuju Indonesia Emas yang mandiri di bidang garam.
“Kami ingin menjadi bagian dari sejarah, bukan sekadar saksi. Dari tambak, dari laut, dari garam kami persembahkan pengabdian ini untuk Indonesia,” tutup Abraham Mose penuh keyakinan. (REDJAVA****)









