JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dalam dunia kesehatan, peran perawat sering kali menjadi ujung tombak pelayanan medis. Mereka bukan hanya sekadar tenaga kesehatan, tetapi juga pilar utama dalam memberikan perawatan kepada pasien. Salah satu perawat yang memiliki dedikasi tinggi dalam profesinya adalah Candra Gunawan, seorang perawat asal Batang-Batang Daya, Sumenep, yang selalu siap melayani pasien kapan saja, tanpa mengenal waktu.
Menjalani profesi sebagai perawat bagi Candra bukan hanya pekerjaan, melainkan juga panggilan hati. Ia menyadari bahwa setiap pasien membutuhkan perhatian dan kepedulian, bukan hanya dalam aspek medis, tetapi juga secara emosional. Oleh karena itu, ia selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik, meskipun harus menghadapi berbagai tantangan dalam pekerjaannya.
“Menjadi perawat bukan hanya tentang memberikan obat atau tindakan medis, tapi juga tentang memberikan kenyamanan, semangat, dan harapan bagi pasien. Terkadang, senyum dan perhatian kecil saja bisa membuat mereka lebih tenang,” ujar Candra saat ditemui di kediamannya. Kamis (27/02/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai seorang perawat, Candra sering kali harus meninggalkan kenyamanan pribadinya demi menjalankan tugas. Panggilan darurat di tengah malam sudah menjadi hal biasa baginya. Ia mengaku sering kali harus berangkat ke rumah pasien tanpa memikirkan rasa lelah atau waktu istirahat yang berkurang.

“Saya pernah mendapat panggilan tengah malam untuk menangani pasien yang kondisinya tiba-tiba memburuk. Saat itu saya harus segera datang, karena setiap detik sangat berharga bagi pasien. Meskipun lelah, melihat pasien akhirnya bisa tertolong itu menjadi kepuasan tersendiri bagi saya,” kenangnya.
Selain tantangan waktu, Candra juga menghadapi berbagai situasi sulit dalam pekerjaannya. Ada kalanya ia harus menangani pasien dengan kondisi kritis, menghadapi keluarga pasien yang panik, atau bahkan berada di situasi yang penuh keterbatasan. Namun, semua itu tidak membuatnya gentar. Baginya, ketenangan dan profesionalisme adalah kunci dalam menghadapi setiap keadaan darurat.
“Tantangan terbesar adalah ketika kita harus tetap tenang di saat pasien dan keluarganya dalam kondisi panik. Sebagai perawat, kita harus bisa memberikan ketenangan, karena itu juga bagian dari proses penyembuhan pasien,” tuturnya.
Meskipun pekerjaannya penuh dengan tantangan, Candra tidak pernah menyesali pilihannya menjadi seorang perawat. Justru, ia merasa bangga bisa berkontribusi bagi kesehatan masyarakat. Ia meyakini bahwa profesi perawat adalah bentuk pengabdian yang sangat mulia.
“Saya selalu merasa bersyukur bisa membantu orang lain. Bagi saya, kesembuhan pasien adalah kebahagiaan yang tidak bisa diukur dengan apapun. Itulah yang membuat saya tetap semangat menjalankan tugas ini,” ungkapnya dengan senyum.
Dedikasi dan pengabdian seperti yang ditunjukkan oleh Candra Gunawan patut menjadi inspirasi. Ia membuktikan bahwa menjadi perawat bukan hanya tentang bekerja, tetapi juga tentang memberi dan melayani dengan hati. Di tengah berbagai tantangan, ia tetap setia pada profesinya, menunjukkan bahwa seorang perawat adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang selalu ada di garda terdepan dalam menjaga kesehatan masyarakat. (REDJAVA****)










