JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kepolisian Resor Sumenep terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan humanis. Melalui program Polisi Menyapa, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumenep menghadirkan pendekatan edukatif kepada masyarakat yang tengah menjalani proses uji teori pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Kantor Satpas Sumenep, Kamis (6/11).
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Sumenep, AKP Ninit Titis Dwiyani, S.E., berlangsung dengan pengawasan ketat serta dukungan penuh dari jajaran personel Satpas. Program ini menjadi bagian dari strategi Polres Sumenep untuk membangun budaya tertib lalu lintas sejak dari ruang edukasi.
“Kami tidak hanya ingin memberikan pelayanan administratif, tetapi juga menanamkan kesadaran keselamatan berkendara kepada masyarakat. Polisi bukan sekadar penegak hukum, tapi juga pendidik di ruang publik,” kata AKP Ninit Titis Dwiyani, mewakili Kapolres Sumenep AKBP Rivanda, S.I.K.
Dalam pelaksanaannya, petugas Satpas memberikan pengarahan langsung kepada peserta tes teori tentang tata cara berkendara yang aman dan beretika di jalan raya. Edukasi ini dirancang agar setiap pemohon SIM memahami bahwa surat izin tersebut bukan sekadar dokumen, melainkan simbol tanggung jawab dalam berlalu lintas.
“Setiap pemohon SIM harus memahami bahwa keselamatan diri dan orang lain dimulai dari kesadaran. Melalui Polisi Menyapa, kami ingin menumbuhkan rasa tanggung jawab itu sejak awal,” jelasnya.
Program Polisi Menyapa di Satpas Sumenep juga menjadi sarana komunikasi dua arah antara petugas dan masyarakat. Dengan suasana interaktif dan ramah, masyarakat dapat langsung menyampaikan pertanyaan maupun kendala selama proses ujian.
“Kami ingin menghadirkan pelayanan yang humanis dan berorientasi pada edukasi. Masyarakat tidak sekadar dilayani, tetapi juga diajak menjadi bagian dari perubahan budaya tertib lalu lintas di Sumenep,” tutup AKP Ninit.
Langkah inovatif tersebut menjadi cerminan arah kepemimpinan Kapolres Sumenep AKBP Rivanda, S.I.K., yang menekankan pentingnya transformasi pelayanan kepolisian berbasis edukasi, empati, dan kepercayaan publik. (REDJAVA****)












