Dari Pantai Sumenep Menuju Pasar Dunia: UNIBA Madura Ubah Rumput Laut Jadi Komoditas Bernilai Tinggi

Kamis, 11 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) Universitas Bahaudin Mudhary Madura (UNIBA Madura) hadir langsung di Desa Pagarbatu, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) Universitas Bahaudin Mudhary Madura (UNIBA Madura) hadir langsung di Desa Pagarbatu, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Upaya pemberdayaan masyarakat pesisir kembali digelorakan dari dunia kampus. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) Universitas Bahaudin Mudhary Madura (UNIBA Madura) hadir langsung di Desa Pagarbatu, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, untuk mendampingi petani rumput laut. Program ini mengusung tema “Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat” dengan fokus meningkatkan kualitas pasca panen lewat teknologi SW Solar Dryer.

Selama ini, petani rumput laut di Sumenep masih mengandalkan cara tradisional dengan menjemur di bawah terik matahari. Proses tersebut tak jarang menimbulkan masalah: pengeringan yang memakan waktu lama, ketergantungan pada cuaca, hingga kualitas produk menurun akibat terpapar debu dan kotoran. Dampaknya, harga jual rendah dan posisi tawar petani lemah.

Baca Juga :  Sosialisasi Kolaboratif di Pulau Sepudi Luncurkan Layanan Pajak Digital Berbasis BUMdes

Menjawab persoalan itu, tim UNIBA Madura memperkenalkan teknologi SW Solar Dryer. Alat ini memanfaatkan energi matahari dengan sistem pengeringan tertutup yang lebih higienis, cepat, dan menjaga mutu produk. Dengan teknologi tersebut, rumput laut diharapkan bisa memenuhi standar kualitas tinggi, baik untuk kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.

Tak berhenti di sisi teknologi, program pendampingan ini juga memberikan pelatihan teknis penggunaan alat, manajemen pasca panen, hingga strategi pemasaran. Tim UNIBA Madura memastikan petani benar-benar memahami sekaligus mampu menerapkannya secara mandiri.

Siti Sa’adah, S.AB., M.M., anggota tim Pengmas UNIBA Madura menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi perguruan tinggi dengan masyarakat pesisir.“Kami hadir untuk menjawab kebutuhan nyata petani. Teknologi SW Solar Dryer bukan hanya sekadar inovasi, tetapi juga jalan menuju peningkatan daya saing. Harapannya, petani rumput laut di Desa Pagarbatu bisa mandiri, sejahtera, dan mampu menembus pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Program ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2025 melalui hibah pengabdian masyarakat. Kehadiran dukungan tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis potensi lokal.

Baca Juga :  Langkah Terukur Dinsos P3A Sumenep Usai Penemuan Bayi di Kolor, Pastikan Penanganan Intensif dan Kejelasan Pengasuhan

Masyarakat pun menyambut positif pendampingan ini. Beberapa petani mengaku lebih optimistis.“Kalau dulu sering susah kalau musim hujan, rumput laut tidak kering-kering, akhirnya rusak dan tidak laku. Dengan alat ini, kami jadi lebih yakin kualitasnya bagus dan harganya juga bisa lebih tinggi,” tutur salah satu petani setempat.

Dengan langkah inovatif ini, Desa Pagarbatu diproyeksikan menjadi contoh sukses desa pesisir yang berhasil mengembangkan potensi rumput laut berbasis teknologi. Jika program ini terus berlanjut, Sumenep bukan tidak mungkin akan menjelma sebagai pusat penghasil rumput laut berkualitas tinggi dengan daya saing global. (REDJAVA****)

Baca Juga :  Susbalan Ke-52 Banser Jatim Digelar di Sumenep, Dihadiri Kader dari Merauke hingga Palembang

Berita Terkait

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul
Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak
Perkuat Tata Kelola Hibah, Dinsos P3A Sumenep Gelar Sosialisasi LPJ Bagi Lembaga Keagamaan dan Ormas
Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur
Sensus 2026 hingga SILAPOR 112, Ini 3 Instruksi Penting Kepala Diskominfo Sumenep ke ASN
Wejangan Bupati Fauzi saat Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 77-81
Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim
Berburu Bumbu Masak Instan di Pasar Jangara: Solusi Praktis, Murah dan Ramah di Kantong

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:41 WIB

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul

Senin, 22 Juni 2026 - 17:19 WIB

Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak

Senin, 22 Juni 2026 - 17:00 WIB

Perkuat Tata Kelola Hibah, Dinsos P3A Sumenep Gelar Sosialisasi LPJ Bagi Lembaga Keagamaan dan Ormas

Senin, 22 Juni 2026 - 11:57 WIB

Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur

Senin, 22 Juni 2026 - 09:00 WIB

Wejangan Bupati Fauzi saat Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 77-81

Berita Terbaru