JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Sumenep semakin mendapatkan sorotan serius. Rabu (10/12/2025), Dandim 0827/Sumenep Letkol Arm Bendi Wibisono, S.E., M.Han, turun langsung meninjau delapan titik pembangunan, memastikan proyek strategis ini berjalan sesuai standar teknis dan laporan yang diterima.
Dalam peninjauan yang dilakukan dengan pendampingan Pasi Ops Kodim 0827/Sumenep, Kapten Czi Acep Kusnadi, Dandim Bendi mengunjungi beberapa desa yang menjadi lokasi prioritas pembangunan. Titik-titik tersebut meliputi Desa Kalimook di Kecamatan Kalianget; Desa Gapura Timur dan Desa Longos di Kecamatan Gapura; Desa Dungkek dan Desa Lapa Daya di Kecamatan Dungkek; Desa Bilangan dan Desa Nyabakan Timur di Kecamatan Batang Batang; serta Desa Badur di Kecamatan Batu Putih.
Peninjauan ulang ini dilakukan Dandim Bendi untuk memastikan kondisi lapangan sesuai laporan, serta mengantisipasi hambatan yang mungkin muncul selama proses pembangunan. “Kami turun lagi karena ingin memastikan progres di lapangan sesuai laporan. Pembangunan ini menyangkut kepentingan masyarakat, jadi harus saya lihat langsung,” tegas Dandim Letkol Bendi di sela kegiatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari hasil peninjauan, Letkol Bendi mencatat adanya kemajuan signifikan di beberapa titik, meski tak luput dari keterlambatan di lokasi lain. “Ya, ada progres di beberapa titik, tetapi ada juga yang masih lambat. Saya tidak menutupi itu. Justru ini yang harus kita benahi cepat,” ujarnya.

Dandim menambahkan, beberapa lokasi menunjukkan pengerjaan rapi dan cepat, namun kendala pasokan material masih menjadi penghambat di beberapa titik. “Ada beberapa titik cukup meningkat, pengerjaan rapi dan cepat. Tapi ada beberapa titik, saya lihat masih ada keterlambatan material. Itu tidak boleh dibiarkan, dan hari ini langsung saya perintahkan percepatan,” jelasnya.
Faktor cuaca dan distribusi material menjadi kendala yang paling terasa di lapangan, namun Letkol Bendi menegaskan hambatan administratif tidak boleh menghambat proyek publik yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. “Betul, ada beberapa. Mulai dari cuaca hingga koordinasi distribusi material. Tapi kendala itu bisa diatasi sehingga tidak boleh menghambat pekerjaan,” katanya.
Lebih jauh, Dandim 0827/Sumenep menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan koperasi setelah pembangunan selesai. “Saya berharap masyarakat ikut menjaga, memanfaatkan, dan mengembangkan koperasi ini. Setelah selesai nanti, koperasi ini bukan sekadar bangunan, tapi alat untuk meningkatkan kesejahteraan bersama,” pungkasnya.
Dengan pengawasan ketat dari TNI, diharapkan pembangunan Koperasi Merah Putih di Sumenep tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Koperasi ini menjadi simbol kerja sama dan kemajuan desa, sekaligus jawaban nyata terhadap kebutuhan ekonomi rakyat Sumenep. (REDJAVA****)









