JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Ramadhan yang suci membawa pesan kedamaian dan kasih sayang. Namun, siapa sangka di balik jeruji besi, harapan itu tetap bersinar terang.
Pada Jumat (28/3/2025), suasana haru dan penuh makna melingkupi Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Sumenep ketika ratusan warga binaan menerima bantuan spesial dari Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, MH Said Abdullah.
Bantuan berupa baju koko, sarung, kopiah, dan mukena yang dikirim melalui Said Abdullah Institute (SAI) itu seketika menjadi simbol kehangatan dan kepedulian bagi mereka yang tengah menjalani masa pembinaan.
Acara penyerahan bantuan ini bukan sekadar seremoni biasa. Ia menjelma menjadi lautan emosi yang membuncah di hati para warga binaan.
Di tengah lantunan shalawat yang menggema di ruang tahanan, banyak di antara mereka yang tak kuasa menahan air mata.
Mereka seolah tak percaya bahwa di luar sana, masih ada sosok yang peduli dan mengingat mereka sebagai bagian dari masyarakat yang layak mendapatkan kebahagiaan, terlebih di bulan suci Ramadhan.
Ketua Said Abdullah Institut (SAI), Januar Herwanto, menegaskan bahwa program berbagi baju Lebaran ini telah berjalan selama sebelas tahun berturut-turut.
“Bapak MH Said Abdullah ingin memastikan bahwa semua orang, termasuk warga binaan di dalam rutan, bisa merayakan Idulfitri dengan penuh kebahagiaan dan martabat. Kami ingin mereka merasakan bahwa Ramadhan bukan hanya tentang refleksi, tetapi juga tentang harapan dan kebersamaan,” ujarnya.
Sejumlah warga binaan yang diwawancarai mengaku sangat tersentuh.
“Saya benar-benar merasa dihargai. Saya pikir saya sudah dilupakan dunia, tetapi hari ini saya sadar bahwa masih ada orang-orang baik yang peduli pada kami,” ungkap seorang warga binaan dengan mata berkaca-kaca.
Sementara itu, Kepala Rutan Sumenep, Ridwan Susilo, menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap Said Abdullah Institute.
“Bantuan ini lebih dari sekadar pakaian. Ini adalah pesan bahwa mereka tidak sendirian. Mereka masih memiliki kesempatan untuk berubah dan kembali menjadi bagian dari masyarakat dengan penuh harga diri,” kata Ridwan Susilo dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/03/2025).
Sosok Karutan kelahiran Kota Solo itu menambahkan bahwa momen seperti ini sangat berharga bagi warga binaan.
“Ketika seseorang menjalani masa tahanan, mereka sering merasa terisolasi dan kehilangan harapan. Namun, dengan adanya kegiatan seperti ini, mereka bisa merasakan bahwa dunia luar masih peduli dengan mereka. Ini menjadi motivasi bagi mereka untuk terus memperbaiki diri dan menjalani proses pembinaan dengan lebih baik. Kami selalu berusaha memberikan pembinaan yang tidak hanya menitikberatkan pada disiplin, tetapi juga sisi kemanusiaan dan spiritualitas, sehingga ketika mereka bebas nanti, mereka bisa kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.
Tak hanya penyerahan bantuan, acara tersebut juga diwarnai dengan buka puasa bersama yang menciptakan suasana kekeluargaan yang jarang dirasakan oleh para warga binaan.
Makanan yang terhidang, kebersamaan dalam doa, serta atmosfer Ramadhan yang kental, membuat mereka seolah kembali merasakan kehangatan rumah yang telah lama mereka rindukan.
Dengan langkah kecil namun penuh makna ini, Said Abdullah telah membuktikan bahwa di tengah gelapnya kehidupan di balik jeruji, masih ada cahaya yang membawa harapan.
Dan di bulan penuh berkah ini, setiap manusia berhak merasakan indahnya kasih sayang, tak peduli di mana pun mereka berada. (REDJAVA****)











