JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana haru dan bangga menyelimuti GOR A. Yani, Sumenep, Minggu malam (20/7/2025), saat Kejuaraan Pencak Silat Bupati Sumenep Cup IV resmi ditutup. Gelaran tahunan yang menjadi wadah prestasi dan pembinaan atlet muda ini digagas oleh Persatuan Silat Nasional (PSN) Perisai Putih Cabang Sumenep, dan tahun ini mencatat antusiasme tinggi dari para pendekar belia se-Kabupaten Sumenep.
Selama tiga hari penuh, sejak Jumat (18/7), sebanyak 274 atlet pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga menengah bertarung dalam berbagai kelas dan kategori. Mulai dari kategori usia dini, pra-remaja hingga remaja, para peserta menunjukkan teknik, semangat juang, dan nilai-nilai luhur pencak silat yang membanggakan.
Ketua PSN Perisai Putih Cabang Sumenep, Imam Syafi’i, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas terselenggaranya kejuaraan dengan sukses. Menurutnya, kompetisi ini bukan semata mengejar gelar juara, namun lebih jauh merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter generasi muda melalui warisan budaya pencak silat.
“Kejuaraan ini bukan sekadar soal siapa yang keluar sebagai juara, melainkan tentang bagaimana kita mendidik, membentuk, dan menempa karakter generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, tangguh, dan menjunjung tinggi sportivitas,” ungkap Imam kepada media ini, Selasa (22/07/2025).
Imam menegaskan, pencak silat memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak dan berbudi pekerti. Karena itu, ia menilai bahwa event seperti Bupati Cup ini harus terus didukung dan dikembangkan agar menjadi ajang tahunan yang tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air.
“Kami percaya pencak silat bukan hanya olahraga beladiri, melainkan juga aset budaya yang merekatkan identitas bangsa. Mempromosikan pencak silat di kalangan pelajar adalah cara kita menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan relevan dalam kehidupan modern,” tuturnya.
Pada malam penutupan, suasana penuh kegembiraan terlihat saat para juara menerima medali dan trofi sebagai simbol kerja keras dan prestasi mereka di gelanggang. Prestasi gemilang dicatat oleh beberapa sekolah dan pondok pesantren.
Untuk Kategori Pra Remaja, Pondok Pesantren Al Amien Prenduen tampil dominan dan keluar sebagai juara umum pertama, disusul oleh SDN Kolor II di peringkat kedua, dan SDN Angkatan I di posisi ketiga.
Sementara itu, dalam Kategori Prestasi, SMAN 2 Bangkalan berhasil meraih juara umum pertama, mengungguli Al Amien Prenduen yang menempati juara umum kedua, dan SMAN 1 Sumenep sebagai juara umum ketiga.
Imam Syafi’i juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, wasit, juri, panitia, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras demi terselenggaranya kejuaraan ini dengan lancar dan bermartabat. Ia berharap, turnamen semacam ini terus berlanjut, tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang edukasi karakter dan pelestarian budaya.
“Kami berharap pemerintah daerah, para kepala sekolah, dan orang tua semakin memberikan dukungan terhadap kegiatan pencak silat di lingkungan pendidikan. Sebab dari sinilah muncul bibit unggul yang kelak bisa mengharumkan nama daerah bahkan negara. Pencak silat adalah kebanggaan kita bersama,” pungkas Imam Syafi’i. (REDJAVA****)











