JAVANETWORK.CO.ID.JAKARTA — Panggung dialog publik yang digelar Berita Satu di Jakarta, Rabu (10/12/2025), menjadi sorotan setelah Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., memaparkan visi besar mengenai masa depan ekonomi Sumenep.
Dengan penyampaian yang tegas dan optimistis, ia menegaskan bahwa wisata desa merupakan kunci utama pertumbuhan ekonomi Sumenep dalam beberapa tahun mendatang.
Dalam forum yang dihadiri pakar ekonomi kreatif, pemimpin daerah, dan pelaku pariwisata nasional tersebut, Bupati Fauzi menjelaskan bahwa Sumenep kini memasuki fase percepatan transformasi desa wisata melalui penguatan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, dan inovasi layanan berbasis potensi lokal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Wisata desa adalah katalis bagi ekonomi Sumenep. Ketika desa maju, maka seluruh sektor lain bergerak mengikuti, mulai dari UMKM, ekonomi kreatif, hingga peluang kerja masyarakat,” kata Bupati Achmad Fauzi, Kamis (11/12/2025)
Ketua DPC PDI-P Sumenep itu juga menyampaikan bahwa Sumenep tidak hanya berkompetisi secara regional, melainkan menyiapkan diri menjadi ikon pariwisata nasional berbasis budaya dan kearifan lokal.
“Kami tidak ingin hanya membangun destinasi. Kami ingin membangun ekosistem. Desa harus menjadi pusat inovasi dan pintu masuk wisatawan untuk mengenal Sumenep dari sisi yang paling autentik,” ujarnya.
Program penguatan desa wisata disebut sebagai strategi jangka panjang untuk menciptakan pemerataan pembangunan. Pemerintah Kabupaten Sumenep juga menjalankan kolaborasi dengan komunitas, akademisi, dan dunia usaha agar setiap desa dapat berkembang sesuai potensinya.
Komitmen tersebut menunjukkan hasil. Pertumbuhan ekonomi Sumenep tercatat naik menjadi 5,50%, sementara tingkat pengangguran turun ke angka 1,64%, menjadikan Sumenep salah satu kabupaten dengan kinerja ekonomi terbaik di Jawa Timur.
Dengan pendekatan terstruktur dan pelibatan seluruh elemen masyarakat, Sumenep kini semakin diperhitungkan sebagai daerah yang serius menempatkan wisata desa sebagai pilar utama pembangunan ekonomi. (REDJAVA****)










