JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH., MH., menegaskan agar perbaikan rumah warga yang rusak akibat gempa bumi berkekuatan 6,5 magnitudo di Pulau Sapudi segera dilakukan tanpa menunggu waktu lama.
Ia meminta agar instansi terkait bergerak cepat memulai perbaikan maksimal tujuh hari setelah asesmen kerusakan selesai.
“Warga tidak boleh terlalu lama berada di pengungsian. Begitu proses pendataan rampung, dalam waktu tujuh hari, perangkat daerah harus segera memulai perbaikan rumah,” tegas Fauzi, Sabtu (4/10/2025).
Menurutnya, pemulihan pascagempa tidak sekadar membangun kembali rumah yang roboh, tetapi juga mengembalikan rasa aman dan semangat hidup masyarakat.
“Pemulihan pascagempa bukan hanya soal bangunan fisik, tetapi bagaimana warga bisa kembali tenang dan beraktivitas secara normal,” katanya.
Hingga kini, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, dan aparat desa masih melakukan asesmen menyeluruh di Kecamatan Gayam dan Nonggunong. Proses verifikasi mencakup kategori kerusakan ringan, sedang, berat, hingga sangat berat.
“Memang jarak antar rumah cukup jauh, sehingga memperlambat pencatatan kerusakan. Tetapi kami terus berupaya maksimal agar asesmen segera rampung pekan ini,” ujar Fauzi.
Berdasarkan data sementara BPBD Sumenep, tercatat 374 rumah rusak akibat gempa. Rinciannya, 130 rumah rusak ringan, 133 rumah rusak sedang, 101 rumah rusak berat, dan 10 rumah rusak sangat berat. Selain itu, 22 tempat ibadah dan 7 sarana pendidikan juga mengalami kerusakan.
Bupati Fauzi mengungkapkan, pemerintah daerah saat ini tengah menyusun skema rehabilitasi rumah warga.
Pihaknya mempertimbangkan dua opsi, yakni bantuan uang tunai atau pembangunan rumah secara gotong royong dengan dukungan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) serta Baznas.
“Yang terpenting, bantuan bisa segera sampai kepada warga terdampak. Untuk teknis perbaikan, apakah berbentuk uang atau langsung dibangunkan, masih kita matangkan,” ucapnya.
Sembari menunggu rampungnya asesmen, distribusi bantuan logistik terus digencarkan. Bantuan darurat yang sudah disalurkan mencakup kasur lipat, paket sembako, perlengkapan kebersihan, terpal, pakaian layak pakai, hingga kebutuhan anak.
“Bantuan ini sifatnya sementara, untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama proses asesmen hingga rumah mereka diperbaiki,” jelasnya.
Sebanyak tujuh tim gabungan dari BPBD bersama TNI-Polri dan instansi terkait telah diterjunkan untuk menyisir wilayah terdampak.
Namun, kondisi geografis pulau dengan jarak antarrumah yang berjauhan membuat distribusi logistik tidak bisa dilakukan secepat yang diharapkan.
Meski begitu, Fauzi menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah daerah adalah keselamatan dan kenyamanan warga.
“Prioritas kami jelas, memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, kemudian mempercepat pemulihan jangka menengah agar masyarakat bisa kembali hidup normal,” pungkasnya.
Dengan langkah percepatan ini, Pemkab Sumenep berharap masyarakat korban gempa di Pulau Sapudi segera terbantu dan tidak berlama-lama menanggung penderitaan di pengungsian. (REDJAVA****)










