JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Bertempat di SDN Longos III Kecamatan Gapura, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK) Dinas Pendidikan Sumenep sosialisasikan Program Sekolah Responsif Gender (SRG).
Kedatangan Kabid GTK Disdik Sumenep, Akhmad Fairusi, SPd, M.AP disambut hangat Ketua KKKS Kecamatan Gapura, Moh. Ilyas bersama pengawas SD se-Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep.
Ini merupakan salah satu langkah konkret yang diambil adalah mendorong penerapan “Sekolah Responsif Gender”, sebuah program nasional yang kini sedang digalakkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep.

Kabid GTK Disdik Sumenep, Akhmad Fairusi, SPd, M.AP mengatakan kegiatan Pembinaan Sekolah Responsif Gender (SRG) ini bertujuan mencegah dan mengantisipasi terjadinya kasus-kasus terhadap anak didik.
“Seperti kasus tindak kekerasan, pelecehan, bullying, ataupun perundungan yang kerap kali terjadi terhadap anak didik sekolah,” tutur Akhmad Fairusi, SPd, M.AP dihadapan peserta pembinaan, Kamis (26/09/2024).
Menurutnya dia, dengan diterapkannya Sekolah Responsif Gender akan menjadi kebutuhan di dalam mengakomodir semua kebutuhan guru dan peserta anak didik di dalam kegiatan belajar dan mengajar (KBM) di sekolah.
“Jadi Sekolah Responsif Gender (SRG) ini adalah sebagai media kontrol yang memberikan kemanfaatan dalam mencegah dan meminimalisir terjadinya kasus-kasus seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu,” ungkapnya.
Guru atau tenaga pendidik seharusnya memberikan perlindungan, pengayoman dan memberikan ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi anak-anak didik. Karena itulah seorang guru memberikan contoh perilaku yang baik dan menjadi panutan.
“Bukan sebaliknya yang terjadi saat ini, anak didik dilecehkan, dibully dan bahkan dipukul. Itu semua kedepan jangan sampai terjadi di dunia pendidikan di Kabupaten Sumenep,” tegas Fairus sapaannya.
Untuk itu dirinya mengajak kepada Pengawas SD dan KKKS se-Kecamatan Gapura untuk dapatnya sesegera mungkin menerapkan Program Sekolah Responsif Gender (SRG) di setiap sekolah yang ada di Kecamatan Gapura.
“Ayo kita galakkan program Sekolah Responsif Gender (SRG) di setiap sekolah-sekolah yang ada disini (Gapura) demi mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan bersama kedepan, di dunia pendidikan kita,” tutupnya.
Sementara itu Ketua KKKS Kecamatan Gapura, Moh. Ilyas SPd menjelaskan sejumlah SDN yang ada di Kecamatan Gapura itu berjumlah 21 lembaga di bawah naungan Disdik Sumenep.
“Dari jumlah 21 lembaga pendidikan itu, 16 SDN dan 5 pendidikan swasta yang ada di Kecamatan Gapura,” jelas Ketua KKKS Gapura Moh. Ilyas.
Menurut dari data jumlah 21 lembaga pendidikan yang ada di Kecamatan Gapura kata Moh. Ilyas menyebut ada 3 sekolah dasar yang menerapkan Sekolah Responsif Gender di sekolahnya.
“Yakni SDN Longos III, SDN Batudingding dan sementara SDN Baban I masih proses penerapan. Kami berkomitmen Bapak Kabid kedepan nantinya SD se-Kecamatan Gapura akan segera juga menyusul,” pungkasnya. (REDJAVA****)













