JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Saat ini kendaraan listrik berbasis baterai atau baterai electric vehicle, apakah itu roda empat maupun roda dua semakin populer di kalangan masyarakat.
Bukan semata untuk gaya, tetapi demi mengurangi emisi karbon yang dikeluarkan oleh kendaraan konvensional karena harganya yang terbilang masih cukup mahal.
Maka dari itu, Presiden RI Jokowi mengintruksikan agar kendaraan listrik ini terlebih dulu digunakan oleh dinas instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. melalui instruksi presiden nomor 7 Tahun 2022.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, siapa sangka ada Kepala Daerah di Jawa Timur yang sudah terlebih dahulu telah menggunakan kendaraan listrik untuk keperluan kedinasan sebelum Inpres itu turun.
Siapakah dia, Ya Bupati Sumenep Ahmad Fauzi Wongsojudo atau biasa disebut Cak Fauzi.
“Kalau kita misalnya pengen lihat sepeda motor listrik. Ayo kita kerumah dinas saya, disana ada kebetulan kalau mobil listriknya sedang dipergunakan,” kata Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, Kamis (31/08/2023).
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo ini terbilang cukup berani mengalokasikan anggaran khusus untuk kendaraan listrik, padahal tahun 2021, masih dalam kondisi pandemi covid 19.
‘Saya mempergunakan mobil listrik itu tahun 2021, tapi bukan mobil pribadi saya, tapi itu mobil dinas listrik Pemerintah Kabupaten Sumenep. Jadi pada saat saya tahun 2021 dilantik, saya langsung menganggarkan terkait dengan pengadaan mobil listrik,” ucapnya.
Bahkan kata Ketua DPC PDI-P Kabupaten itu menyebut, menjadi Kepala Daerah pertama di Jatim yang mengaplikasikan kendaraan listrik untuk kedinasannya.
“Karena saya pengguna mobil listrik berbasis baterai itu tahun 2021, memang pada saat itu belum ada Kepala Daerah, hanya beberapa ada Kepala Daerah. Saya juga lupa tetapi katanya, saya pertama, itu kata media,” terang Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo sambil tersenyum.
Lebih lanjut, orang nomer satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu menceritakan selama kurang lebih 3 tahun ini memakai kendaraan listrik bisa menghemat anggaran bensin hingga 70 persen.
“Wow, itu misalnya itu ya jarak tempuh dari Sumenep ke Surabaya, kalau kita naik mobil yang berbasis bahan bakar bensin atau solar itu kan bisa sampai 550.000, kalau kita mempergunakan mobil listrik hitung-hitungannya, itu hampir efisiensinya hampir kurang lebih diatas 70 persen,” ungkap Suami Nia Kurnia Fauzi itu.
Maka tak heran jika Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mendapatkan penghargaan sebagai tokoh penggerak kendaraan listrik dari LEPRID dinobatkan sebagai Bupati pertama di Madura yang dengan konsisten mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik (REDJAVA****)









