Bukan Sekedar Advokat Tapi Saudara: Kisah Arif dan Angga Membela yang Terpinggirkan

- Redaksi

Kamis, 26 Juni 2025 - 06:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua Sosok Pengacara Arif Syafrillah SH dan Angga Adinegoro SH

Dua Sosok Pengacara Arif Syafrillah SH dan Angga Adinegoro SH

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Di tengah derasnya arus profesionalisme hukum yang kerap dingin dan berjarak, dua nama mencuat dari jantung kota garam: Arif Syafrilah, S.H., dan Angga Adi Negoro, S.H.. Mereka bukan sekadar pengacara, melainkan wajah empati di balik toga hitam.

Ketika banyak yang berlomba mendekat ke pusat kekuasaan, keduanya justru menunduk ke akar rumput mendengar, menemani, dan membela warga kecil yang kerap dilupakan hukum.

Di pengadilan, mereka dikenal tajam. Di luar sidang, mereka dikenal hangat. Perpaduan langka yang membuat nama mereka meroket bukan karena sensasi, tapi karena keberpihakan yang tulus kepada mereka yang kerap tak memiliki siapa-siapa saat berhadapan dengan sistem hukum.

“Kami tidak sedang mengejar nama besar. Kami hanya ingin memastikan tak ada lagi orang kecil yang menangis sendiri saat mencari keadilan,” ujar Arif, usai mendampingi seorang nelayan tua dari Kalianget dalam sengketa lahan yang pelik, Kamis (26/06/2025).

Lebih dari sekadar membela secara hukum, Arif dan Angga hadir seperti keluarga: menjemput warga, mengunjungi rumah korban, hingga duduk berlama-lama di warung kopi hanya untuk memastikan tidak ada yang merasa sendirian menghadapi ketidakadilan.

“Kami memilih untuk tidak menjaga jarak. Sebab hukum yang adil lahir dari hubungan yang dekat dengan masyarakat, Kami ingin dikenal bukan sebagai pengacara, tapi sebagai saudara.” timpal Angga.

Kesaksian masyarakat pun tak terbendung. Budi, warga Dungkek yang pernah mendapat pendampingan hukum dari keduanya, menyebut pengalaman itu sebagai salah satu titik terang dalam hidupnya.

“Saya pikir mereka akan sulit ditemui. Ternyata justru mereka yang datang ke rumah saya, mendengarkan saya menangis, dan membantu saya bangkit. Tidak pernah saya bayangkan ada pengacara seperti itu,” ucapnya, menahan haru.

Langkah keduanya tak disusun dari ambisi pribadi. Mereka menolak gaya hidup mewah dan gemerlap pencitraan yang kerap melekat pada profesi ini.

Baca Juga :  Optimistis Baloteli Bakal Gacor, Madura United Siap Bersinar di BRI Super League

Bahkan, keduanya kerap terlihat berjalan kaki atau naik motor bebek ke pelosok desa menguatkan pesan bahwa hukum bisa hadir secara sederhana, tanpa intimidasi.

Di tengah krisis kepercayaan publik terhadap aparat hukum, Arif dan Angga menyalakan lilin kecil di tengah gelap: hukum yang hidup, dan pengacara yang manusiawi.

“Selama hukum masih lebih ramah pada yang kuat daripada yang benar, maka kerja kami belum selesai,” tegas Arif.

Kini, kisah mereka bergulir dari mulut ke mulut. Dari warung kopi ke media sosial. Dari pengadilan ke pasar rakyat. Mereka bukan hanya dua pengacara muda.

Baca Juga :  Kemenag Sumenep Dorong Transformasi Digital di Madrasah dan RA Melalui Dua Pelatihan Strategis

Mereka adalah simbol harapan, bahwa keadilan masih punya wajah dan itu bukan gedung megah, melainkan senyum hangat dan hati yang peduli. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

HUT ke-81 RI Jadi Momentum Bangselok Perkuat Persatuan, Lurah Edy: Kemerdekaan Harus Dijaga dengan Kebersamaan
FRPB X Banteng Sakera Nahdliyin Siagakan Ambulans dan Relawan di Pelabuhan Kalianget, Perkuat Evakuasi Korban KMP Mutiara Sentosa II
Mutasi Personel Mulai Bergulir Pascakenaikan Status Polresta Sumenep, Publik Harapkan Reformasi Pelayanan dan Penegakan Hukum
Turnamen Bal Budhi Bupati Cup II 2026 Pecahkan Antusiasme, Kalianget Resmi Dinobatkan sebagai Kampoeng Olahraga Bal Budhi
IPNU-IPPNU Sumenep Resmi Dilantik, KH. Widadi Rahim Tekankan Akhlak, Ilmu dan Khidmah
KMP Mutiara Santosa 2 Terbakar di Perairan Utara Sumenep, Ratusan Penumpang Dievakuasi di Tengah Kepungan Asap
Membanggakan! Siswi SDN Gapura Barat I Sumenep Tembus Juara III OPEC Se-Madura 2026
Ribuan Warga Semarakkan Pembukaan Rangkaian HUT ke-81 RI di Guluk-Guluk, Camat Ajak Masyarakat Rawat Persatuan dan Semangat Gotong Royong

BERITA TERKAIT

Minggu, 2 Agustus 2026 - 20:35 WIB

HUT ke-81 RI Jadi Momentum Bangselok Perkuat Persatuan, Lurah Edy: Kemerdekaan Harus Dijaga dengan Kebersamaan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:22 WIB

FRPB X Banteng Sakera Nahdliyin Siagakan Ambulans dan Relawan di Pelabuhan Kalianget, Perkuat Evakuasi Korban KMP Mutiara Sentosa II

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:12 WIB

Mutasi Personel Mulai Bergulir Pascakenaikan Status Polresta Sumenep, Publik Harapkan Reformasi Pelayanan dan Penegakan Hukum

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:03 WIB

Turnamen Bal Budhi Bupati Cup II 2026 Pecahkan Antusiasme, Kalianget Resmi Dinobatkan sebagai Kampoeng Olahraga Bal Budhi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:55 WIB

IPNU-IPPNU Sumenep Resmi Dilantik, KH. Widadi Rahim Tekankan Akhlak, Ilmu dan Khidmah

BERITA TERBARU