JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep menggelar kembali pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Kasengan, Kecamatan Manding.
Kegiatan yang bertempat di Balai Desa setempat bertujuan dalam rangka menangani dan menanggulangi secara cepat dampak dan akibat dari bencana itu.
Turut hadir, Kepala BPBD Sumenep Ahmad Laili Maulidi beserta jajaran, Kades Kasengan beserta jajaran, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
Kepala BPBD Kabupaten Sumenep, Ahmad Laili Maulidi menuturkan Desa Tangguh Bencana (Destana) ini sudah dibentuk sejak tahun 2018 sudah ada 40 di Kabupaten Sumenep.

“Alhamdulillah insyaallah pada Agustus ini akan terdapat di dua kecamatan yang jadi fokus pembentukan Destana,” kata Ahmad Laili Maulidi saat memberikan sambutannya di hadapan para peserta.
Dua desa menurut mantan Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Sumenep menyebut meliputi dua desa di Kecamatan Manding dan Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep.
“Untuk Kecamatan Manding, Desa Kasengan dipilih menjadi Destana, karena wilayahnya itu sering terjadi tanah bergerak dan kekeringan dimusim kemarau,” terangnya.
Sedangkan desa di Kecamatan Kalianget dikarenakan disana terjadi bencana angin puting beliung, untuk itulah sosialisasi Destana diselenggarakan.

“Kita gelar sosialisasi ini selama 4 hari agar masyarakat desa setempat responsif dan sigap dalam mengatasi bencana, memberikan penanganan dan pertolongan pertama jika terjadi bencana,” ungkapnya.
BPBD Kabupaten Sumenep sendiri akan terus berupaya menggalakkan pembentukan secara berkala di desa yang rawan bencana sehingga masyarakat siap siaga untuk menghadapi bencana.
“Dengan pembentukan Destana ini, BPBD Sumenep berharap semoga kejadian bencana agar dampaknya berkurang. Tentunya setiap bencana itu akan menimbulkan kemiskinan baru,” tukasnya. (REDJAVA****)












